Amerika

Perpecahan Serius Deep State Amerika Serikat

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COMLanjutan dari artikel sebelumnya yang menjelaskan bagaimana ketegangan Amerika Serikat versus Rusia hancurkan reputasi Amerika di Asia.

Dibagian kedua artikel ini menjelaskan adanya perpecahan yang cukup serius “Deep State” Amerika Serikat terkait masalah Ukraina.

BACA JUGA:

Tak satupun dari mereka memiliki alasan untuk optimis setelah apa yang baru saja terjadi di Ukraina. Sebagai permulaan, fakta bahwa Amerika Serikat secara tak terduga mengalihkan fokus strategi besarnya dari “Menangani” China menjadi “Menangani” Rusia, yang diusung oleh faksi anti-Rusia dari birokrasi militer, intelijen, dan diplomatik permanen (Deep state) satu-level diatas faksi anti-China mereka, menunjukkan bahwa Deep state tidak mampu “Mengatasi” kedua kekuatan besar itu secara bersamaan.

Jul 6, 2022

Deep State

Untuk alasan yang sebagian besar terkait dengan kepentingan politik domestik Amerika Serikat sendiri yang terhubung dengan perseteruan ideologis sengit antar faksi “Deep state”, Amerika secara tidak sengaja memberi isyarat kepada mitra Indo-Pasifiknya bahwa mereka bukan lagi prioritas seperti yang selama ini mereka kira. Ini, yang pasti mengecewakan banyak dari mereka.

Berita Palsu Lain untuk Memicu Perang

Kedua, AS membuat klaim dramatis tentang rencana operasi bendera palsu Rusia dan bahkan “Invasi segera” yang dijadwalkan akan terjadi pada tanggal tertentu, yang keduanya tidak terjadi dan tidak ada bukti yang pernah diajukan untuk mendukung prediksi ini.

BACA JUGA:

Orang-orang yang sinis yang melihat penyebaran ketakutan ini menyerupai jelang Perang Irak 2003 merasa bahwa ini tampaknya adalah kesalahan atau setidaknya kesalahan laporan intelijen dimana publik diminta untuk sekali lagi percaya tanpa bertanya.

Setelah perkiraan intelijen Amerika yang benar-benar salah tentang jatuhnya Kabul, prediksi yang sama salahnya tentang Ukraina tidak bisa tidak memprovokasi skeptisisme ekstrim tentang kebenaran klaim publik mereka, apalagi tujuan mereka.

Semua orang masih ingat bagaimana agen mata-mata Amerika Serikat berbohong kepada dunia untuk berperang dengan Irak. (ARN)

Penulis: Andrew Korybko adalah seorang analis politik, jurnalis dan kontributor tetap untuk beberapa jurnal online, serta anggota dewan ahli untuk Institut Studi Strategis dan Prediksi di Universitas Persahabatan Rakyat Rusia. Ia telah menerbitkan berbagai karya di bidang Perang Hibrida, termasuk “Perang Hibrida: Pendekatan Adaptif Tidak Langsung untuk Perubahan Rezim” dan “Hukum Perang Hibrida: Belahan Bumi Timur”.

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: