Fokus

LBH Ansor Akan Laporkan Balik Roy Suryo Soal Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMMantan Menteri Olahraga Roy Suryo mendatangi Mapolda Polda Metro Jaya untuk melaporkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait analogi pengeras suara adzan dengan gonggongan anjing.

Dalam wawancara itu ada unsur memanipulasi dengan memotong durasinya jelas ini hanya mencontohkan pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara, terbukti sama sekali tidak ada sebutan adzan termasuk di video utuh.

BACA JUGA:

Oleh karena hal itu, Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat GP Ansor mengancam akan melaporkan balik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

Jul 7, 2022

Roy Suryo

“Hati-hati, kita juga bisa laporkan dia terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah,” kata Kepala Divisi Advokasi Litigasi dan Non Litigasi Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat GP Ansor Dendy Zuhairil Finsa di Jakarta, Kamis, (24/2/2022).

LBH Ansor, kata dia, sedang mengumpulkan bukti-bukti pemotongan video yang diduga ditujukan untuk upaya framing sehingga menimbulkan rasa kebencian kepada pihak lain.

“Bukti itu akan kami tindak lanjuti dengan laporan polisi berdasarkan Pasal 28 ayat 2 UU ITE,” ujar Dendy seperti dikutip dari Antara.

Mantan Menteri Olahraga Roy Suryo mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk melaporkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait analogi pengeras suara adzan dengan gonggongan anjing. Namun begitu, laporan itu ditolak polisi.

BACA JUGA:

Roy Suryo bersama Penasihat hukum mengaku kecewa atas penolakan tersebut. Dirinya mengungkapkan ada berkas yang tidak dibawa saat laporan itu ingin dibuat.

“Terus terang saya menyatakan kecewa, karena apa yang saya harapkan pada hari ini tidak sama dengan harapan sebagian besar rakyat Indonesia.

Setelah konsultasi di PMJ (Polda Metro Jaya), tidak seperti biasanya saya membawa surat tanda bukti lapor. Saya hari ini tidak berhasil membawa tanda bukti lapor,” kata Roy di Polda Metro Jaya, Kamis (24/2/2022).

Roy mengungkapkan, kasus ini dinyatakan tidak layak untuk diperiksa di Polda Metro Jaya. Karena lokasi kejadian bukan di wilayah hukumnya.

“Kejadian itu di Pekanbaru,” ujar dia.

Roy menjelaskan, ia diarahkan agar laporan dibuat di Polda Riau atau di Bareskrim Polri. Roy mengaku masih mempertimbangan kedua saran yang disampaikan pihak kepolisian pada saat konsultasi di Polda Metro Jaya sore tadi.

“Mungkin kami mempertimbangkan ulang,” ujar dia. (ARN)

Artikel ini telah dimuat di Liputan6

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: