Pelecehan! Sugi Nur Lantunkan Adzan Campur Gonggongan Anjing

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Lagi-lagi bikin ulah, Sugi Nur Raharja atau Gus Nur alih-alih mengkritik Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas soal aturan toa di masjid atau mushola, Sugi Nur malah mempraktekkan adzan dicampur dengan gonggongan anjing.

Ini jelas sekali kalau Sugi Nur sangat melecehkan adzan. Video saat Sugi Nur mempertontonkan panggilan adzan dicampur gonggongan anjing itu dapat dilihat di channel Youtube Gus Nur 13 OFFICIAL.

BACA JUGA:

Dari penelusuran, video Sugi Nur berdurasi 27 menit 38 detik itu direkam pada 24 Februari. Kemudian diunggah di channel YouTube pada 25 Februari 2022.

Pelecehan! Sugi Nur Lantunkan Adzan Campur Gonggongan Anjing
Screen Shot video youtube Sugi Nur

Video itu diberi judul:

MENAG: ADZAN IBARAT GONGONG ANJING-INILAH BENTUK MAKAR ALLAH YANG NYATA

Sugi Nur mengatakan ini mau membahas adzan, mau mengecilkan volume adzan, tapi diumpamakan seperti gonggongan anjing.

Menurutnya, hal itu melecehkan dan menistakan adzan. Sugi Nur menyebut delik aduannya ada. Sejurus kemudian, dia mempraktekkan contoh adzan dicampur gonggongan anjing.

“Allahu Akbar Allahu Akbar… hukk hukkk kukkk…kukkk.. kan gitu,” kata Sugi Nur seperti dalam tayangan video di menit ke 12:09.

“Allahu Akbar Allahu Akbar… hukk hukkk kukkk…kukkk.. begitu? Halo… Ashadualla ilahailallah… Ashadualla hukk hukkkk… gitu… yok opo,” lanjut Sugi Nur lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tayangan video Sugi Nur ini dikecam oleh Mohamad Guntur Romli.

Melalui akun Twitter-nya, Guntur Romli menyebut yang dilakukan Sugi Nur adalah pelecehan terhadap adzan.

“Saya mengecam pelecehan Sugi Nur ini! Menteri Agama tdk sedang membandingkan adzan dgn gonggongan anjing, malah contoh yg ente pertontonkan ini merupakan bentuk pelecehan tdhp adzan!” cuit @GunRomli seperti dilihat FIN pada Jumat (25/2/2022).

BACA JUGA:

“Nah kalo yang ini jelas menistakan Agama, adzan langsung dicampur adukan dengan gonggongan anjing. Harus dikandangin ini orang,” cuit @IniTuFai.

Akun @AkekHera juga berkomentar: “Ini orang gak pernah bisa insyaf dan kapok, ini pelecehan! Laporkan Sugik Nur!”.

Akun @trihart menulis: Pelecehan yang sesungguhnya. Maksud hati mau melecehkan Menag, tetapi membuat pelecehan adzan secara nyata. Orang yang tidak berilmu.”

Hal senada disampaikan akun @Chan_Che_Wok. Dia mencuit: “Jelas ini masuk delik pelecehan adzan. Sugik gak paham apa yg dimaksud perkataan @YaqutCQoumas”.

Warganet mengaku sangat jengkel dengan ulah Sugi Nur. Sebab, meski sudah pernah dipenjara, Sugi Nur sepertinya tidak kapok.

“Justru ini yg sedang menista adzan. Lihat itu muka, lagaknya gak ada yg salah disitu.. Astaghfirullah,” tulis @Seaworth_Davoz.

Cuitan itu dibalas oleh @Cimot31483249: “Kangen ingin masuk bui lagi”.

Sebelumnya, Sugi Nur masuk bui karena ujaran kebencian. Dia dijerat dengan UU ITE.

“Naaaah looh. … Semoga pas malaikat lewat… Langsung dicatat… Tunggu tanggal mainnya mas nur sugik… ALLAH SWT mboten sare… Pa lagi pas ashaduALLAH ilahaillALLAH … Ya ALLAH…. gusti…mugi2 di ngapunten,” timpal @ciahyoii.

Netizen juga menyoroti penceramah seperti Sugi Nur yang masih terus diberi panggung. Akibatnya, dia bebas mengulangi perbuatannya lagi.

“Inilah sebenar2nya yang menistakan agama Islam.. Apakah pemuka agama Islam tidak merasa malu dengan orang2 seperti ini.. Malah memberi panggung,” tulis @acep_dhi3lhe.

Warganet yang non-muslim mengaku kaget ada orang berani melecehkan adzan. “Gw yg non muslim saja KAGET !!! Nih orang berani amat melecehkan adzan,” ucap @pingguran.

Seperti diberitakan, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas buka suara soal Surat Edaran (SE) yang mengatur tentang penggunaan pengeras suara di Masjid bagi umat Islam.

SE itu diedarkan, sebab penggunaan pengeras suara yang berlebihan akan mengganggu umat agama lain. Menag lantas membandingkan pengeras suara dari Masjid dengan gonggongan anjing.

Dia mencontohkan seorang muslim yang hidup di sebuah kompleks perumahan yang tetangganya memelihara anjing.

“Misalkan tetangga kita kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya menggonggong di waktu yang bersamaan, kita terganggu tidak? Artinya semua suara-suara harus kita atur agar tidak menjadi gangguan,” ujar Yaqut Cholil Qoumas pada Kamis (24/2/2022).

Sehingga, lanjut Menag, aturan suara dari Masjid dan musala perlu diatur. “Speaker di musala-masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur agar tidak ada terganggu,” urainya.

Menag mengatakan SE itu bukan berarti melarang Masjid dan Musala menggunakan pengeras suara. “Tidak. Silakan. Karena itu syiar agama Islam,” lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa volume suara Toa diatur maksimal 100 dB (desibel). Selain itu, waktu penggunaan disesuaikan di setiap waktu sebelum adzan.

Dia mengklaim, aturan itu dibuat semata-mata hanya untuk membuat masyarakat semakin harmonis. “Meningkatkan manfaat dan mengurangi ketidakmanfaatan,” ujarnya. (ARN)

Artikel ini telah dimuat di FIN

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: