Temui Putin di Moskow, PM Israel Ingin jadi Mediator Konflik?

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COMPerdana Menteri Israel Naftali Bennett pada Hari Sabtu (05/03) menemui Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan yang oleh beberapa laporan disebut sebagai upaya menjadi Mediator konflik Rusia-Ukraina. Sebelumnya Presiden Rusia Putin telah menegaskan penolakan untuk mediasi Israel dalam konflik ini.

Media Israel melaporkan bahwa Bennett, berdiskusi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang masalah-masalah yang menjadi kekhawatiran Israel, diantaranya, “kemajuan dalam pembicaraan nuklir di Wina dan penentangan Israel terhadap perjanjian nuklir ini”.

BACA JUGA:

Sementara itu, “Israel Broadcasting Corporation” melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di ibukota Rusia, Moskow pada hari Sabtu, “dalam kunjungan mendadak”, untuk membahas perkembangan dalam krisis di Ukraina.

Temui Putin di Moskow, PM Israel Ingin jadi Mediator Konflik?
PM Israel bertemu Putin

Tak lama setelah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Sabtu, perdana menteri Israel bergegas ke Jerman di mana ia bertemu Kanselir Olaf Scholz. Bennett juga berbicara dengan pemimpin Prancis Emmanuel Macron dan timpalannya dari Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Pembicaraan putaran ketiga antara delegasi Rusia dan Ukraina akan berlangsung pada hari Senin dan kedua belah pihak diperkirakan akan membahas pembentukan koridor kemanusiaan dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk menyelesaikan krisis.

Sejak awal operasi militer Rusia di Ukraina pada 24 Februari, kedua tim telah bertemu dua kali tetapi tidak ada pejabat tinggi dari pihak Rusia yang hadir. Kremlin telah mengindikasikan bahwa tidak ada rencana bagi Putin untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Zelensky.

Sementara itu, setelah percakapan tiga jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, pemimpin Israel itu menuju ke Jerman, di mana ia dan Kanselir Olaf Scholz “membahas beberapa masalah, termasuk situasi antara Ukraina dan Rusia.

BACA JUGA:

Times of Israel menyebut perjalanan Bennett dipandang sebagai upaya untuk lebih mengembangkan peran potensial sebagai mediator antara kedua pihak, karena Israel memiliki hubungan baik dengan Kyiv dan Moskow.

Bennett juga berbicara dua kali sepanjang malam dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah pertemuannya dengan Putin. Ia juga berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Zelensky mentweet bahwa Bennett telah meneleponnya dan “kami melanjutkan dialog.”

Namun, situs berita Ynet mengutip juru bicara presiden Ukraina yang mengatakan belum jelas apa yang dicapai dalam pertemuan itu terkait upaya untuk merundingkan diakhirinya pertempuran. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: