Putin: Operasi Militer akan Berhenti Hanya jika Tuntutan Dipenuhi

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kembali bahwa operasi militer terhadap Ukraina berjalan sesuai rencana dan jadwal. Ia menekankan bahwa Moskow hanya akan menghentikan serangannya jika Kiev berhenti berperang dan tuntutan Kremlin dipenuhi.

Putin membuat pernyataan itu dalam percakapan telepon dengan timpalannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu. Konflik Rusia-Ukraina masih berlanjut hingga hari ke-12 hari ini.

BACA JUGA:

“Telah digarisbawahi bahwa penangguhan operasi khusus hanya mungkin jika Kyiv menghentikan operasi militer dan melaksanakan tuntutan Rusia yang sudah diketahui,” kata Kremlin dalam sebuah pernyataan yang mengutip ucapan sang presiden, dikutip PressTV.

Putin: Operasi Militer akan Berhenti Hanya jika Tuntutan Dipenuhi
Putin

Putin lebih lanjut mengatakan bahwa Rusia terbuka untuk berdialog dengan Ukraina, tetapi ia berharap negosiator Ukraina akan mengambil pendekatan yang lebih konstruktif pada putaran pembicaraan berikutnya dan mempertimbangkan kenyataan di lapangan.

Ia menekankan bahwa setiap upaya negosiator Ukraina untuk menunda negosiasi akan menyebabkan seluruh proses ini gagal.

Erdogan, pada bagiannya, mendesak mitranya dari Rusia untuk mendeklarasikan gencatan senjata di Ukraina, membuka koridor kemanusiaan dan menandatangani perjanjian damai.

Dalam sebuah pernyataan setelah panggilan telepon satu jam, kepresidenan Turki mengatakan Erdogan mengatakan kepada Putin bahwa Turki siap untuk berkontribusi pada penyelesaian konflik secara damai.

“Presiden Erdogan, yang mengatakan gencatan senjata segera tidak hanya akan meredakan kekhawatiran kemanusiaan di kawasan itu, tetapi juga memberikan peluang bagi pencarian solusi politik, memperbarui seruannya ‘mari kita buka jalan bagi perdamaian bersama-sama’,” kata Erdogan sebagaimana dikutip kantornya.

“Erdogan menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah mendesak untuk mencapai gencatan senjata, membuka koridor kemanusiaan dan menandatangani perjanjian damai,” tambahnya. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: