Tafsirkan Quran Serampangan, Gus Baha “Semprot” Sugi Nur

Rembang, ARRAHMAHNEWS.COMInilah ngerinya penceramah-penceramah “Karbitan” atau yang tidak punya sanad keilmuannya ketika berceramah.

KH Mustofa Bisri alias Gus Mus berkata, banyak yang mengaku ulama, akan tetapi tak pantas menyandangnya karena keilmuan dan perilakunya tidak tepat dengan peran dan tugasnya sebagai ulama. Secara sanad keilmuan, tak jelas menganut kepada siapa. Keilmuan tak dapat secara instan. Kadang mereka hadir tanpa diketahui masyarakat rekam jejaknya seperti apa.

BACA JUGA:

Saat ini beredar sebuah unggahan video Sugi Nur Raharja atau dikenal dengan sebutan Gus Nur yang diduga menafsirkan Alquran asal-asalan membuat Gus Baha murka.

Melalui unggahan video di akun TikTok @yhanshe962, Gus Nur terlihat sedang berceramah dan ia tengah menafsirkan salah satu ayat Alquran.

@yhanshe962

#ngajibarenggusbaha#sugiknurraharja#tukangnyinyirpastisewot#SiapIsiSemangatmu

♬ suara asli – yhanshe962 – She🇲🇨962

“Berarti ulama menurut Allah adalah bisa ular, bisa ayam, bisa kambing, bisa manusia. Yang penting takut kepada Allah,” kata Gus Nur.

Menanggapi tafsiran Gus Nur soal ulama tersebut membuat Gus Baha angkat suara. Gus Baha pun tak segan menyemprot Gus Nur karena ia asal-asalan dalam menafsirkan salah satu ayat Alquran.

“Kacau gak, kira-kira? Kacau. Orang membaca tafsir memakai pendapatnya sendiri itu sama dengan memesan satu tiket ke neraka,” ujar Gus Baha.

Gus Baha pun menegaskan bahwa seseorang tidak boleh menafsirkan Alquran menggunakan pemikiran sendiri. Harus menggunakan rujukan dari kitab-kitab.

“Percaya deh sama saya, kalau berani mengajar tafsir.

BACA JUGA:

Mengajarlah dengan kitab saja. Berarti kamu membaca pendapatnya Imam Suyuthi. Karena Imam Suyuthi mewakili pendapat gurunya yang nasabnya sampai ke Rasulullah,” papar Gus Baha.

“Seminar tafsir tanpa kitab, mau ngomong pendapatmu atau pendapatnya Tuhan? Syariat kok menurut saya gimana itu. Kayak perlu diislamkan lagi,” sambung Gus Baha.

Ulama berusia 51 tahun ini lantas mengingatkan Gus Nur bahwa menafsirkan Alquran atau hadist merupakan sesuatu yang sakral. Sehingga tidak boleh sembarang.

“Nggak boleh seperti itu, kita harus terlatih dengan sanad. Semisal saya belajar tafsir dari Mbah Moen. Nah Mbah Moen itu murid dari Sayid Alawy yang keahlian spesialnya di tafsir,” tandasnya.

Sontak saja unggahan video itu pun langsung diserbu komentar warganet. Tak sedikit dari mereka yang mengecam Gus Nur karena telah asal-asalan menafsirkan Alquran.

“Benarkan kata Gus Dur, akan ada masa bukan keluarga pesantren ngajinya gak jelas. Gurunya gak jelas dipanggil Ustad,” ucap akun @abah6**.

“Sugik itu kok ada yang ngangkat jadi ustad, emang belajarnya dimana,” heran akun @denbagus**.

“Dengar cara ndalilnya aja dah lucu, mungkin belajar pakai tulisan ABC bukan tulisan Arab, boro-boro tajwid,” ungkap akun @ramane**.

“Hahaha, beginilah ulama tidak berilmu menafsirkan seenak sendiri. Malu lah dengerin tuh Gus Baha,” sahut akun @adamdam**.

“Semoga di dengar Sugik Nur agar bisa belajar dari Gus Baha,” timpal akun @user3248**. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: