Tolak Logo Halal Kemenag, Abdillah Toha: Haikal Hassan Ajak Umat Lawan Negara

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMSeorang tokoh kontroversial Haikal Hassan yang biasa disapa Babe Haikal menolak logo halal yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Abdillah Toha ikut menanggapi hal tersebut, menurut pria yang juga politisi senior itu Haikal Hassan dianggap melakukan provokasi kepada umat dan sebagai bentuk pembangkangan kepada negara dengan sikapnya yang menentang label halal Kementerian Agama (Kemenag).

BACA JUGA:

Berikut ini adalah hasil wawancara langsung Arrahmahnews.com dengan Abdillah Toha yang menyikapi masalah ini.

Haikal Hassan merupakan hasil pendidikan Israel dan saya kira juga kaki tangan Cendana tidak bisa dibiarkan terus menerus beredar. Tidak bisa terus diberi panggung. Orang ini cerdik.

Tolak Logo Halal Kemenag, Abdillah Toha: Haikal Hassan Ajak Umat Lawan Negara
Foto Haikal Hassan dan Abdillah Toha

Q : Question (pertanyaan)

A : Answer (jawaban)

Q : Sekilas sosok Haikal Hassan menurut Anda bagaimana?

A : Haikal Hassan merupakan hasil pendidikan Israel dan saya kira juga kaki tangan Cendana tidak bisa dibiarkan terus menerus beredar. Tidak bisa terus diberi panggung. Orang ini cerdik.

Q : Bagaimana tindak tanduk Haikal Hassan menurut Anda sejauh ini?

A : Dia seorang provokator hebat yang memecah belah umat Islam maupun bangsa Indonesia. Terakhir dia keluarkan klaim mengajak umat Islam membangkang terhadap label halal keluaran Departemen Agama (Kemenag). Ini berarti juga membangkang pada Negara.

BACA JUGA:

Q : Apa tindakan provokatif dari Haikal Hassan belakangan ini yang terbaru?

A : Dia minta supaya umat Islam tetap mengikuti label halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karena majelis ulama dianggap lebih punya otoritas dibanding Departemen Agama (Kemenag). Dia lupa bahwa majelis ulama itu sebuah ormas, di atasnya ada negara.

Q : Jadi sudah ideal label Halal diambil alih oleh pemerintah?.

A : Departemen Agama ini mengenai label halal ini berdasarkan undang-undang. Bukan tak berdasarkan undang-undang. Jadi dia tak bisa mengatakan bahwa ikuti ormas jangan ikuti negara. Ini orang sangat berbahaya menurut saya.

Q : Bukankah itu hanya kritik saja atas sikap oposisi Haikal Hassan terhadap pemerintah?.

A : Dia boleh saja beroposisi pada pemerintah, karena ini negara demokrasi. Tetapi bukan begitu cara oposisi ke pemerintah dengan mengajak umat untuk membangkang terhadap peraturan hukum.

Q : Berarti apa yang harus dilakukan pemerintah?.

A : Menurut saya ini sudah masuk kategori menghasut dan sebenarnya bisa saja digugat ke ranah hukum.

Alhasil, pemikiran Abdillah Toha sejalan dengan  ulama Yaman, Habib Ali Al-Jufri yang mengatakan “Siapapun yang memanas-manasi institusi-institusi pemerintah itu adalah pelaku Kriminal meskipun dia pakai Imamah, meskipun mengatasnamakan agama, menolong atau membela Islam itu mungkin orang bodoh yang diketawai atau penipu, siapapun dia, karena ketika ada orang yang memanas-manasi dan mengusik pemerintah maka dia menghancurkan negara, berarti dia menghancurkan 5 pondasi agama (agama, menjaga jiwa (kehidupan, akal, harga diri dan harta)”. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: