Sanksi Barat atas Rusia Picu Krisis Energi Terbesar di Dunia

Prancis, ARRAHMAHNEWS.COM Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan bahwa sanksi Barat yang melumpuhkan terhadap Rusia mengancam dunia dengan kejutan terbesar pasokan minyak global dalam beberapa dekade.

Pada hari Rabu (16/03) Badan yang berbasis di Paris itu mengatakan bahwa Rusia, pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia, akan segera dipaksa untuk membatasi produksi sebesar 30% di bawah tindakan hukuman yang dikenakan oleh AS dan sekutu Baratnya setelah kampanye Moskow di Ukraina, dikutip PressTV.

BACA JUGA:

IEA mengatakan dalam laporan minyak bulanannya bahwa produksi minyak Rusia bisa turun tiga juta barel per hari mulai April dan bisa memburuk jika “pembatasan atau kecaman publik meningkat”.

Sanksi Barat atas Rusia Picu Krisis Energi Terbesar di Dunia
Harga Minyak menggila

“Prospek gangguan skala besar terhadap produksi minyak Rusia mengancam akan menciptakan kejutan pasokan minyak global,” ujar badan tersebut memperingatkan. “Menghadapi apa yang bisa berubah menjadi krisis pasokan terbesar dalam beberapa dekade, pasar energi global berada di persimpangan jalan,” kata IEA. Perusahaan itu juga menyatakan bahwa “krisis dapat mengakibatkan perubahan yang langgeng pada pasar energi.”

“Implikasi dari potensi hilangnya ekspor minyak Rusia ke pasar global tidak dapat diremehkan.”

Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia telah melarang impor minyak Rusia. Langkah tersebut telah membuat harga minyak melonjak. Ini mempengaruhi sekitar 13% dari ekspor Rusia, tetapi, menurut IEA, perusahaan minyak besar, perusahaan perdagangan, perusahaan pelayaran dan bank telah “mundur dari melakukan bisnis dengan negara itu.”

Langkah oleh perusahaan minyak besar dan bank global untuk berhenti berurusan dengan Moskow memaksa Rusia untuk menawarkan minyak mentahnya dengan diskon besar.

Rusia adalah produsen minyak terbesar ketiga setelah AS dan Arab Saudi. Tetapi negara ini adalah pengekspor minyak dan produk terbesar di dunia. Eropa bergantung pada Rusia untuk sekitar 40% dari gas alamnya. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: