Rusia: Mariupol Sembunyikan Bukti Kejahatan Nazi Ukraina

Moskow, ARRAHMAHNEWS.COM Perwakilan tetap Rusia untuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB), Vassily Nebenzia, menyatakan Mariupol menyembunyikan banyak bukti kejahatan ekstremis Ukraina.

“Nazi Ukraina tidak memaafkan mereka. Mereka membanjiri kota dengan darah dan mengubahnya menjadi markas besar batalyon Nazi, yang pertama adalah “Azov” dan “Sektor Bravy” [keduanya dilarang di Rusia],” kata Nebenzia selama sidang Dewan Keamanan PBB.

BACA JUGA:

Nebenzia menolak tuduhan Barat bahwa Rusia telah mengebom sebuah rumah sakit bersalin dan teater di kota Mariupol, Ukraina.

Rusia: Mariupol Sembunyikan Bukti Kejahatan Nazi Ukraina
Kondisi Mariupol

“Hari ini kami mendengar banyak tuduhan, tuduhan bahwa rumah sakit bersalin di Mariupol dibom, teater Mariupol dibom, Rusia tidak mengizinkan para pengungsi pergi atau Rusia membom Masjid Sultan Suleiman di Mariupol… Semua ini berita palsu dan telah berulang kali disangkal,” kata Nebenzia.

Sebelumnya pada hari Kamis, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa hampir 43.000 orang telah dievakuasi dari Mariupol pada siang hari.

Pernyataan kementerian mengatakan “Selama 24 jam terakhir, 7.513 warga sipil dari Mariupol, Ukraina telah mengajukan permohonan ke Rusia untuk evakuasi.”

Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasi bahwa pasukan Ukraina terus menahan lebih dari 6,8 ribu warga asing dari 21 negara. (ARN)

Sumber: Sputnik Arabic

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: