Kecam Standar Ganda Internasional, Kuwait Tuntut Israel Diusir dari IPU

Kuwait, ARRAHMAHNEWS.COM Ketua Majelis Nasional Kuwait, Marzouq al-Ghanim, mengecam masyarakat internasional karena menerapkan standar ganda dalam menghadapi konflik dunia yang sedang berlangsung, menyerukan pengusiran delegasi Israel dari Inter-Parliamentary Union (IPU).

Berbicara pada pertemuan IPU di ibukota Indonesia, Jakarta pada hari Sabtu (19/03), Ghanim mencatat bahwa Kuwait menentang segala jenis pendudukan, mengutip fakta bahwa militer Irak menginvasi kerajaan Teluk Persia yang kaya minyak itu lebih dari tiga puluh tahun lalu, dan sepenuhnya menduduki negara itu dalam waktu dua hari.

BACA JUGA:

“Bagaimana bisa tuntutan dibuat untuk mengusir delegasi Rusia (dari IPU) untuk kampanye militer yang dimulai beberapa hari atau minggu lalu, namun tidak mengusir delegasi Israel, yang rezimnya telah menduduki Palestina selama lebih dari 60 tahun?”, tanya legislator senior Kuwait tersebut, dikutip dari akun Twitter Palestine SunBird.

Kecam Standar Ganda Internasional, Kuwait Tuntut Israel Diusir dari IPU
Marzouq Al-Ghanim

“Jadi ini standar ganda yang menurut saya tidak akan diterima oleh presiden IPU (Duarte Pacheco),” tambah Ghanim.

Kuwait sangat menentang normalisasi hubungan dengan Israel, tidak seperti beberapa negara Arab di kawasan, yang telah menandatangani perjanjian normalisasi dengan rezim pendudukan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Mei tahun lalu, Majelis Nasional Kuwait dengan suara bulat menyetujui RUU yang melarang setiap kesepakatan atau normalisasi hubungan dengan rezim Tel Aviv.

Pada 18 Agustus 2020, 37 anggota parlemen Kuwait meminta pemerintah mereka untuk menolak kesepakatan normalisasi antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA).

Sentimen anti-Israel memuncak di Kuwait. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada 2019 oleh Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, sebuah think tank Amerika, menunjukkan bahwa 85 persen warga Kuwait menentang normalisasi hubungan dengan Israel. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: