Diancam Rusia, AS Nyatakan Ingin Dialog Terbuka

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, mengatakan pada hari Senin bahwa AS dan Rusia akan tetap membuka misi diplomatik mereka di negara masing-masing, dan akan mempertahankan saluran De-konflik.

Sebelumnya, Moskow memanggil duta besar Amerika atas komentar Presiden Joe Biden yang “tidak dapat diterima” terhadap rekannya dari Rusia, Vladimir Putin, memperingatkan bahwa hubungan dengan AS “di ambang kehancuran”.

BACA JUGA:

“Kami percaya sangat penting untuk menjaga saluran komunikasi dengan Rusia. Dialog terbuka sangat penting, terutama selama masa ketegangan, terutama selama masa konflik,” kata Price kepada wartawan pada konferensi pers reguler Departemen Luar Negeri di Washington, dikutip Al-Manar.

Diancam Rusia, AS Nyatakan Ingin Dialog Terbuka
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price

“Kami telah berusaha untuk mempertahankan kehadiran diplomatik di Moskow [dan] kami telah berusaha agar Rusia dapat terus mempertahankan kehadiran diplomatik di AS,” tambahnya.

Price juga menunjuk pada pembentukan “saluran dekonfliksi pada tingkat taktis dengan Moskow” sebagai bukti bahwa AS dan Rusia akan tetap berhubungan meskipun ada upaya Washington untuk mengisolasi Moskow di panggung global.

Komentar Price ini disampaikan beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil duta besar AS John Sullivan untuk memperingatkannya bahwa hubungan antara AS dan Rusia “di ambang kehancuran” atas pernyataan Biden yang “tidak dapat diterima”.

Biden pekan lalu menyebut Putin sebagai “pembunuh” dan “penjahat perang,” dengan Menteri Luar Negeri Tony Blinken menggemakan tuduhan “penjahat perang” dalam pernyataannya sendiri. Kementerian Rusia mengatakan bahwa pernyataan seperti itu “tidak layak untuk seorang negarawan berpangkat tinggi.” (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: