Jerman-Inggris Pasok Ribuan Rudal dan Senjata Anti-Tank ke Ukraina

Jerman, ARRAHMAHNEWS.COM Jerman akan mengirim 2.000 senjata anti-tank tambahan ke Ukraina untuk mengisi ulang persenjataan negara itu yang semakin menipis dan memperkuat pertahanannya terhadap operasi militer Rusia.

Sebelumnya Pasukan Ukraina telah menerima 1.000 senjata anti-tank dan 500 peluncur rudal permukaan-ke-udara tipe Stinger dari tentara Jerman. Jerman juga telah menyediakan sekitar 500 rudal permukaan-ke-udara Strela dari 2.700 yang dijanjikan. Rintangan birokrasi dan keterlambatan pengiriman senjata memicu kritik dari pihak berwenang Ukraina.

BACA JUGA:

Sebuah sumber parlemen, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengkonfirmasi kepada AFP bahwa 2.000 senjata anti-tank tambahan akan dikirim ke Ukraina, PressTV.

Jerman-Inggris Pasok Ribuan Rudal dan Senjata Anti-Tank ke Ukraina
Senjata Jerman dan Inggris

“Kami adalah salah satu pemasok senjata terbesar ke Ukraina dalam situasi saat ini,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock kepada parlemen, Rabu kemarin.

Sebelum serangan Rusia di Ukraina, Berlin menolak untuk memasok senjata ke Kiev, dan juga menolak permintaan dari sekutu untuk mengirim senjata buatan Jerman ke negara itu.

Inggris mengatakan akan mengirim 6000 rudal ke Ukraina

Inggris juga akan memberi Ukraina sekitar 6.000 rudal baru dan hampir 40 juta dolar untuk mendukung peliputan BBC di wilayah itu dan membayar tentara dan pilot Ukraina.

Perdana Menteri Boris Johnson dalam sebuah pernyataan yang mengungkap paket dukungan baru ini mengklaim bahwa Inggris tak bisa melihat kota-kota di Ukraina dihancurkan Rusia.

“Inggris akan bekerja dengan sekutu kami untuk meningkatkan dukungan militer dan ekonomi ke Ukraina, memperkuat pertahanan mereka saat mereka membalikkan keadaan dalam pertarungan ini.”

Dalam beberapa hari terakhir, Ukraina disebut-sebut akan segera kehabisan senjata yang dibutuhkan untuk menahan pasukan Rusia dan telah meminta Prancis dan Jerman untuk mengirim lebih banyak senjata.

Militer hanya memiliki waktu dua minggu sebelum menggunakan pasokan rudal anti-pesawat dan anti-tank, kata menteri luar negeri Dmytro Kuleba pekan lalu. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: