arrahmahnews

Jokowi dan Surat Pedas Niluh Djelantik ke Gubernur Bali

Bali, ARRAHMAHNEWS.COMPresiden Jokowi menekankan pentingnya memacu pertumbuhan ekonomi nasional dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta anggaran BUMN untuk membeli produk dalam negeri.

Ucapan Jokowi ini sangat ‘menampar’ para kepala daerah.

BACA JUGA:

Desainer sepatu asal Bali, Niluh Djelantik ikut angkat suara, dan sebuah komentar pedas Niluh Djelantik kepada gubernur Bali, halo Koster main ke ND yuk. Gak perlu belanja. Tapi lihat brand yang sudah mendunia itu adalah karya orang Indonesia, pemiliknya orang Bali. Yang sering mengkritik kebijakanmu jika dirasa gak pro sama rakyat. Kamu berani?.

Jokowi dan Surat Pedas Niluh Djelantik ke Gubernur Bali

Niluh Djelantik

Presiden Joko Widodo ngomel ke pejabat dari Gubernur hingga menteri karena semuanya serba impor. Dari pensil hingga buku tulis. Jangankan alat tulis. Bawang merah aja diimpor pak wkwkwk.

Gak semua pembantu Bapak itu peduli sama produk lokal pak. Toh jabatan hanya sementara. Ganti pemerintahan ganti menteri juga toh.

Niluh Djelantik hampir 20 tahun mengharumkan nama bangsa, Brand mendunia, berkarya melestarikan industri alas kaki yang terus menerus digempur namun kami menolak punah. Itu cara kami meninggalkan legacy.

Kami yang bangkotan saja tetap berjuang tanpa bantuan apapun dari pemerintah, helo apa kabar yang lainnya yang baru mulai?.

Ingin menggalakkan cinta buatan dalam negeri? Menteri, pejabat, wakil rakyat, dubes, harus jadi Brand Ambassador UMKM/brand berkualitas tinggi.

Agar rakyat/UMKM tetap hepi jadi warga negara taat bayar pajak Pak.

Karena kadang lelah juga. Kita kerja benar. Berjuang mempertahankan usaha. Tidak ada support dari pemerintah (malah yang terjadi, buzzer pemuja pejabat di Bali melecehkan kami).

BACA JUGA:

Kami mah gitu, suka menolak melayani pejabat yang gak sreg di hati kami. Dan insting kami sering terbukti. Yang kami tolak sekarang udah pake rompi orange pak.

Pusing kan pak? Bingung kan? Punya brand sudah terkenal tapi tetap harus pontang-panting berjuang berdiri diatas kaki sendiri, disaat sama bekerja dengan prinsip dan hati nurani.

Kami mati-matian berjuang agar Bapak tetap jadi pelayan kami. Tak bersyarat. Gak pake ngarep dapat jabatan pak. Di luar sana wihhhh gosipnya kenceng banget. Faktanya yang tahu hanya Tuhan, Bapak dan aku kan wkwkwkwk.

Kami punya satu permintaan. Bapak sehat selalu, diberikan jalan untuk mengabdi dengan tulus kepada rakyat.

Kami manusia langka pak, pasti masih banyak yang seperti kami di negeri ini. Namun tak terekspos.

Kalau mau support brand lokal.

Jangan nanggung Pak. Gaspol. Gak perlu tunggu momen. Bentuk tim khusus kurasi. Bikin Event. Target oriented. Kurasi yang baik. Jangan subjektif. Subsidi peserta.

Yang berangkat ya pemilik brand nya pak, jangan malah orang kementeriannya yang ikutan. Sekian dulu suratku. One has to work kan pak?. Salam sayang dari Bali. (ARN)

Sumber: Akun Fanpage Niluh Djelantik

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: