Ketua Mufti Rusia Dukung Putin Serang Ukraina

Moskow, ARRAHMAHNEWS.COM Para pemimpin komunitas muslim Rusia menyatakan dukungan mereka terhadap operasi militer khusus Rusia di Ukraina. Ketua Mufti Dewan Pusat Spiritual Muslim Rusia Talgat Tajuddin mengatakan bahwa operasi khusus di Ukraina merupakan langkah yang terpaksa dan tidak dapat dihindari.

“Ini adalah tindakan yang dibenarkan dan terpaksa dilakukan. Ketika nazisme dan fasisme bangkit kembali di sebelah (negara) kita, ketika Barat bahkan mencoba mengadu domba persaudaraan kita, hal itu tidak mungkin dianggap normal. Jika ada ancaman rudal yang dapat mencapai ibukota Tanah Air kita dalam 5-7 menit, bahkan ke Ufa, Kazan, dan kota-kota Rusia lainnya, siapa yang akan menoleransi ini?” kata Tajuddin.

BACA JUGA:

“Tidak ada yang menyukai perang karena rakyat kami telah menyaksikan sendiri betapa perang sangat menyengsarakan (Perang Dunia II). Sejarah dan kisah peperangan diturunkan dari generasi ke generasi. Namun, kini, kita telah melihat selama delapan tahun terakhir bahwa pemerintah Ukraina dan Barat melakukan pembantaian dan berusaha membangkitkan kembali fasisme. Presiden Putin menjelaskan ini di sela-sela semua acara internasional”.

Ketua Mufti Rusia Dukung Putin Serang Ukraina
Putin dan Mufti Rusia

Menurutnya, operasi militer saat ini di Ukraina “sebenarnya merupakan langkah yang terpaksa dilakukan demi perdamaian.”

Selain itu, Kepala Pusat Koordinasi Muslim Kaukasus Utara, Ismail Berdiyev, mengatakan bahwa perang tidak pernah baik dan tidak ada orang normal yang senang dengan perang. “Namun, apa yang terjadi sekarang di Ukraina sudah merupakan tindakan terpaksa,” tegas sang mufti.

“Kami berdoa agar prajurit-prajurit kita kembali ke rumahnya masing-masing dengan selamat, dan kami berdoa kepada (Allah) Yang Mahakuasa supaya pihak Ukraina meletakkan senjatanya dan, dengan demikian, muncul perdamaian,” kata Mufti Berdiyev.

BACA JUGA:

Menurut Kepala Majelis Spiritual Muslim Rusia Albir Krganov, umat Islam telah menyaksikan apa yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir di “negara Ukraina yang bersaudara”. “Kami berempati kepada rakyat Ukraina dan memahami bahwa sekarang adalah waktu yang sangat sulit bagi mereka,” lanjutnya. “Namun, kita tidak bisa melupakan kekejaman apa yang dilakukan di sana oleh kaum ultranasionalis yang, misalnya, membakar orang hidup-hidup di Odessa.”

“Kami tidak ingin hal semacam itu terjadi di Rusia, tetapi sebenarnya ada upaya untuk melakukan itu, persiapan telah berlangsung, dan Ukraina telah dipersiapkan sebagai batu loncatan untuk menyerang negara kami,” kata sang mufti. (ARN)

Sumber: Telegram MoD Russia

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: