Kembali Tuai Kontroversi, Biden Serukan Penggulingan Presiden Putin

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM – Setelah berkali-kali melontarkan berbagai ucapan penghinaan kepada Presiden Rusia Valdimir Putin, Presiden AS Joe Biden kembali menimbulkan kontroversi karena menyerukan perubahan rezim di Rusia dengan mendesak agar Presiden Putin digulingkan.

Biden menyampaikan seruan yang ditujukan langsung kepada orang-orang Rusia ini selama pidato di Warsawa, di mana ia bertemu untuk berbicara dengan para pejabat tinggi Ukraina pada hari Sabtu.

“Demi Tuhan, orang ini tidak bisa tetap berkuasa,” kata Biden di akhir pidato yang emosional di Istana Kerajaan ibu kota Polandia. Sementara ia sebelumnya telah mencela Putin sebagai “penjahat perang” dan “diktator,” dan melontarkan segala macam penghinaan geopolitik lainnya, ini adalah permintaan pertamanya yang tercatat agar presiden dicopot dari jabatannya.

BACA JUGA:

Meskipun AS telah berminggu-minggu menjatuhkan sanksi dan memaksa ratusan perusahaan yang berbasis di Amerika dan Eropa untuk menarik diri dari negara itu, yang berdampak langsung bagi rakyat Rusia, Biden dalam pembicaraan itu mengatakan, “Anda, rakyat Rusia, bukanlah musuh kami.”

Ia kemudian mencoba untuk menyamakan orang Ukraina yang memerangi “agresi Rusia” dengan Uni Soviet yang membela diri dari Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Biden kemudian memperingatkan pemimpin Rusia untuk tidak “bahkan berpikir untuk bergerak satu inci pun ke wilayah NATO,” karena “kewajiban suci” aliansi tersebut berdasarkan Pasal 5 adalah masalah perjanjian pertahanan bersama.

“Pasukan Amerika ada di Eropa, tidak ada di Eropa,” ujar Biden yang kemudian mengoreksi kalimatnya sendiri “ menambahkan bahwa mereka siap untuk terlibat dalam konflik dengan pasukan Rusia.”

BACA JUGA:

Presiden memperingatkan NATO dan sekutunya bahwa perang melawan Rusia “tidak akan mudah, akan ada biaya, tetapi itu adalah harga yang harus kita bayar,” ia kemudian menyelipkan kata-kata puitis tentang “nyala kebebasan”, dan mengusir “kegelapan yang mendorong kediktatoran.”

Biden mengutip ketergantungan Eropa pada minyak dan gas Rusia sebagai motivasi untuk bergerak menuju energi hijau. Harga bahan bakar di Eropa dan AS telah melonjak setelah sanksi yang diberlakukan pada minyak dan gas Rusia.

Seorang pejabat Gedung Putih buru-buru menindaklanjuti pidato Biden, meralat pernyataan yang menunjuk ke arah perubahan rezim untuk Rusia itu, bersikeras “maksud presiden adalah bahwa Putin tidak dapat diizinkan untuk menjalankan kekuasaan atas tetangganya atau kawasan (Eropa). Dia tidak membahas kekuasaan Putin di Rusia, atau perubahan rezim.” (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: