Analisa

Analis: Wajah Busuk Barat, NATO dan Greenpeace

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMAnalis, wajah busuk barat, NATO dan Greenpeace. Dina Sulaeman dalam akun fanpage Facebooknya memberikan sebuah ulasan yang menarik tentang aksi Greenpeace cegat kapal Pertamina, Dina Sulaeman, ini ada tulisan menarik terbaru dari Romo Felix.

Tampak nyata bahwa Greenpeace tak lebih dari kaki-tangan barat. Dimana mereka ketika AS dan Israel mencuri ribuan barel minyak dari tanah Suriah? Apa sikap mereka ketika Yaman dihujani bom? Terbukakah mulut mereka saat rakyat Palestina diusir dari rumahnya dan bahkan dibunuh? Apakah mereka bisa memuji Kuba ketika negara itu mengirimkan ratusan tenaga medis untuk membantu negara-negara miskin?.

Okt 7, 2022

Greenpeace cegat kapal Pertamina

Indonesia bebas membeli dan berdagang atau menjual jasa pada siapapun untuk kepentingan rakyat Indonesia. Jika #Greenpeace menghalangi usaha pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan perdagangan yang lebih menguntungkan negara, maka #greenpeace akan berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia. Membajak tanker milik Pertamina sama artinya melecehkan Indonesia, karena Pertamina milik Indonesia!!!.

BACA JUGA:

Mengomentari aksi Greenpeace menghadang kapal Pertamina di lepas pantai Denmark, karena akan membeli minyak Rusia. Pemerintah sampai sekarang belum menyatakan sikap resmi. Menurut saya, sebaiknya segera panggil perwakilannya di Indonesia untuk dimintai penjelasan, ngapain LSM asing mencampuri urusan negara kita? Indonesia mau beli minyak dari negara manapun adalah hak Indonesia.

Ukraina, Menguak Kedok-Kedok Cantik

Presiden Volodymyr Zelensky sukses menarik simpati mayoritas dunia. Dia memainkan perannya sebagai kelinci manis yang sedang diterkam beruang es raksasa. Ukraina adalah korban. Zelensky memainkan perannya dengan sangat syantique.

Permainan sang presiden kemudian diledakkan dengan cepat oleh geng Barat melalui raksasa-raksasa media yang menguasai arus informasi dunia. Media-media ini berhasil membentuk opini publik sehingga mayoritas publik dunia berteriak memusuhi sang Beruang Es.

Dan untuk memperkuat keberpihakan masyarakat internasional, media membubuhi kisah Ukraina dengan menyebarkan banyak kebohongan. Kebohongan memang sudah mendarah daging bagi MSM, seakan sakau jika mereka memberitakan kejujuran. Kebohongan ini persis sama dengan candu. Sekali orang menghisap candu maka ada sensasi unik yang mendorong untuk mengulanginya lagi…lagi dan lagi.

Permainan Zelensky hampir sempurna. Dunia hampir sepenuhnya percaya bahwa sang presiden berjuang demi rakyatnya yang sedang dalam cengkeraman Beruang nan gagah perkasa. Hampir sempurna, artinya belum sempurna. Ada pihak-pihak yang justru mengungkapkan kesombongan Zelensky yang berakibat penderitaan pada rakyat Ukraina.

Kelalaian Zelensky yang fatal adalah karena mengabaikan usaha dialog untuk mencegah serangan Rusia yang dimediasi oleh Jerman. Sampai sehari sebelum serangan, Rusia masih membuka diri untuk dialog.

Sang presiden menolak dan mengabaikan permintaan itu. Alih-alih menanggapi serius permintaan dialog, Zelensky malah berkoar-koar lantang bahwa rakyat Ukraina menghendaki bergabung dengan NATO. Dengan demikian Zelensky menutup pintu penyelesaian diplomatik untuk mencegah perang(1).

Semua pihak tentu menyesalkan pecahnya perang yang selalu mencengkeram terutama anak-anak dan perempuan serta manula. Operasi militer khusus Rusia tidak bisa dibenarkan. Tetapi Zelensky lah yang pertama-tama harus dikutuk karena telah mengorbankan rakyatnya demi egonya sendiri. Zelensky rupanya memang menginginkan perang yang tak diinginkannya sendiri. Tangan sang presiden lah yang telah membuat sang Beruang Es turun gunung dan mengegerkan dunia persilatan.

BACA JUGA:

Zelensky kiranya berhitung. Dalam hitungannya yang kurang matang, Rusia tidak akan berani turun gunung karena Ukraina sudah “sangat arab” dengan NATO. Dalam benaknya yang cupet dia berpikir bahwa AS dan NATO tentu tidak akan melupakan jasa-jasa Ukraina dalam agresi ke Irak. Ukraina telah mengirimkan ribuan militernya untuk membantu AS dalam usaha menguasai Irak. NATO tentu akan segera membantu Ukraina dengan segenap kekuatan jika ada serangan dari Rusia. Dan itu tentu akan membuat Rusia gemetar ketakutan.

Bantuan tentu juga akan datang dari Israel. Israel tentu tidak akan membiarkan saudara-saudaranya di Ukraina mengalami kekacauan. Jadi Ukrina aman, pikirZelensky.

Presiden Ukraina itu lupa bahwa Beruang Es merupakan makhluk yang pemberani dan cerdas. Beruang tidak pernah takut dan lari tanpa melawan, apalagi saat anak-anaknya yang menjadi taruhan. Ukraina lupa pada kemarahan, kekuatan dan peran Rusia bagi negara-negara anggota NATO sendiri. Jelas sekali dalam hal ini Ukraina menjadi korban keegoisan dan kebodohan Zelensky. Kebodohan sang presiden juga yang telah membiarkan dirinya dibodohi oleh AS dan NATO dengan harapan-harapan kosong.

Kedok Barat pun semakin buruk akibat terungkapnya kebohongan media. Usaha untuk memperburuk wajah Vladimir Putin justru berbalik mencoreng muka Barat sendiri. Kebohongan-kebohongan media utama Barat toh terungkap dengan sendirinya(2). Sama seperti kebohongan mereka mengenai Bashar Assad, Saddam Husain, Moammar Khadafy, dll.

Kebohongan itu bukan hanya dikonsumsi masyarakat biasa, tetapi bahkan sengaja dimakan oleh aktivis-aktivis lingkungan bergaya pahlawan seperti #Greenpeace. Aktivis hijau itu dengan gagah perkasa mencegat tanker milik Pertamina Indonesia dengan alasan membawa minyak dari Rusia(3).

BACA JUGA:

Tampak nyata bahwa Greenpeace tak lebih dari kaki-tangan barat. Dimana mereka ketika AS dan Israel mencuri ribuan barel minyak dari tanah Suriah? Apa sikap mereka ketika Yaman dihujani bom? Terbukakah mulut mereka saat rakyat Palestina diusir dari rumahnya dan bahkan dibunuh? Apakah mereka bisa memuji Kuba ketika negara itu mengirimkan ratusan tenaga medis untuk membantu negara-negara miskin?

Indonesia bebas membeli dan berdagang atau menjual jasa pada siapapun untuk kepentingan rakyat Indonesia. Jika #Greenpeace menghalangi usaha pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan perdagangan yang lebih menguntungkan negara, maka #greenpeace akan berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia. Membajak tanker milik Pertamina sama artinya melecehkan Indonesia, karena Pertamina milik Indonesia!!!

Pemerintah Indonesia, harus diakui punya banyak kekurangan, tetapi bukan berarti ada pihak lain yang boleh melecehkan pemerintah begitu saja tanpa menanggung akibatnya. Telah berkali-kali organisasi hijau itu bikin ulah, kali ini mereka keterlaluan. Pemerintah harus menanggapi pelecehan itu dengan tegas terukur melalui jalur-jalur yang ada!!!

Salam. GBU all.

#GreenpeaceMusuhIndonesia

#LarangGreenpeace

#IndonesiaJaya

#VladimirPutin

  1. Zelensky Not Victim But Instigator? Ukraine President Took an Ego Trip and Refused Talks With Russia Days Before War (ibtimes.sg)
  2. Wanita Hamil Korban Serangan Udara Rusia di RS Mariupol Buat Pengakuan Mengejutkan (sindonews.com)
  3. Kronologi Greenpeace Cegat Kapal Tanker Milik Pertamina karena Bawa Minyak Rusia (msn.com)

Ini kisah perampasan dan pengusiran yang diabaikan MSM dan gerakan2 seperti Greenpeace. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: