Indonesia Ditekan, Biden Ingin Rusia Dikeluarkan dari G20

Washington, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden AS Joe Biden ingin Rusia dikeluarkan G20 forum ekonomi utama dunia, karena operasi militernya di Ukraina, kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen.

Berbicara pada sidang Komite Jasa Keuangan DPR pada hari Rabu, Yellen memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan memboikot beberapa pertemuan G20 jika pejabat Rusia hadir.

BACA JUGA:

Dia mengatakan bahwa tindakan Rusia di Eropa Timur akan memiliki “dampak ekonomi yang sangat besar di Ukraina dan sekitarnya.”

Indonesia Ditekan, Biden Ingin Rusia Dikeluarkan dari G20
KTT G20

“Presiden Biden menjelaskan, dan saya tentu setuju dengannya, bahwa itu tidak bisa menjadi bisnis seperti biasa bagi Rusia di lembaga keuangan mana pun,” kata Yellen. “Dia meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20, dan saya telah menjelaskan kepada rekan-rekan saya di Indonesia bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan jika Rusia ada di sana.”

Indonesia memegang kursi kepresidenan tahun ini dan akan menjadi tuan rumah pertemuan keuangan pada bulan Juli dan pertemuan puncak para pemimpin pada bulan November. Para menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral juga dijadwalkan bertemu secara langsung dan virtual di Washington pada bulan April di sela-sela pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.

Sementara itu, Moskow telah mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin akan menghadiri KTT G20 di Bali tahun ini dan telah menerima dukungan China untuk tetap berada dalam kelompok tersebut.

BACA JUGA:

Yellen menegaskan “Perbendaharaan berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas tindakannya sehingga tidak dapat mengambil manfaat dari sistem keuangan internasional.”

Rusia telah menepis tuduhan pembantaian sipil di Bucha, menyebutnya sebagai “pemalsuan mengerikan” yang dilakukan oleh Barat untuk mendiskreditkannya. Sementara, Barat menuduh tanpa menunjukkan bukti-bukti dan menolak pertemuan darurat di DK PBB, yang diajukan oleh perwakilan tetap Rusia.

Pernyataan terakhir Yellen menimbulkan pertanyaan tentang masa depan G20, yang telah menjadi forum ekonomi dan kebijakan global utama sejak krisis keuangan 2008-2009. (ARN)

Sumber: PressTV

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: