Mantan Presiden Yaman “Hadi” Umumkan Pengunduran Diri

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Mantan presiden Yaman, sekutu setia Riyadh, menyerahkan kekuasaannya yang diproklamirkan sendiri, kepada sebuah badan yang baru dibentuk. Pengumuman Hadi ini tampaknya menjadi tanda lain dari kegagalan perang koalisi Saudi yang dimulai tujuh tahun lalu dengan tujuan utama mendudukkannya kembali dalam kekuasaan dengan paksa.

Sebuah pernyataan pada Hari Kamis dari Abd Rabbuh Mansur Hadi mengatakan bahwa ia telah mendelegasikan kekuasaannya kepada dewan “kepemimpinan presiden” dan memberhentikan wakil presiden Ali Mohsen al-Ahmar.

BACA JUGA:

“Dewan akan mengambil alih tugas mantan presiden dan wakilnya, dan akan bertanggung jawab atas keputusan politik, militer dan keamanan selama “masa transisi,” tambah pernyataan yang dikutip Press TV itu.

Mantan Presiden Yaman "Hadi" Umumkan Pengunduran Diri
Abd Rabbuh Mansur Hadi

Langkah ini diambil sejalan dengan inisiatif transfer kekuasaan 2011 yang dirancang oleh Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC).

Dewan kepemimpinan, yang terdiri dari seorang ketua dan tujuh wakil ketua, akan dipimpin oleh Rashad Al-Alimi, seorang pejabat keamanan yang menjadi menteri dalam negeri pada masa kepresidenan Ali Abdullah Saleh.

Arab Saudi menyambut baik keputusan Hadi

Arab Saudi menyambut baik keputusan Hadi, mendesak dewan kepresidenan untuk memulai negosiasi dengan gerakan perlawanan Ansarullah yang populer di Yaman, dengan janji bantuan miliaran dolar.

Hadi sebelumnya sudah mengundurkan diri dari kursi kepresidenan pada akhir 2014 dan kemudian melarikan diri ke Riyadh di tengah konflik politik dengan gerakan rakyat Houthi Ansarullah.

Untuk mendudukkan sekutunya itu kembali pada kekuasaan, Arab Saudi melancarkan perang berdarah melawan Yaman pada Maret 2015 bekerja sama dengan sejumlah sekutunya dan dengan dukungan senjata dan logistik dari AS dan beberapa negara Barat.

Tujuannya juga untuk menghancurkan gerakan Ansarullah, yang sejak itu menjalankan urusan negara sebelum adanya pemerintahan yang efektif di Yaman.

Semua tujuan perang gagal dicapai Saudi, namun begitu kebrutalan agresi telah menewaskan puluhan ribu orang Yaman dan mengubah seluruh Yaman menjadi tempat krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: