Tahanan Palestina Pembobol Penjara Gilboa: Israel Monster Debu

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari penjara Israel Gilboa dan ditangkap kembali oleh pasukan pendudukan pada September 2021 muncul di pengadilan Israel di Nazareth pada hari Senin (11/04).

Berbicara kepada wartawan menjelang persidangan pada hari Senin, para tahanan tidak menyatakan penyesalan karena melakukan operasi jailbreak, yang dikenal sebagai operasi “Terowongan Kebebasan” itu, menekankan bahwa mereka merasa bangga melakukannya.

BACA JUGA:

“Kami memberitahu bangsa bahwa pendudukan adalah monster debu,” ujar Mahmoud Al-Arda, salah satu tahanan, kepada Al-Mayadeen menjelang persidangan.

Tahanan Palestina Pembobol Penjara Gilboa: Israel Monster Debu
Tahanan Palestina

Menurut AL-Mayadeen, ia kemudian dicegah untuk melanjutkan pesannya oleh pasukan pendudukan.

Mahmoud Al-Arda diyakini sebagai dalang pembobolan penjara yang membuat badan keamanan Zionis dalam kekacauan setidaknya selama dua minggu, pada September lalu.

Berbicara kepada seorang hakim Israel selama persidangan, tahanan Ayham Kamamji menekankan bahwa ia tidak menyesal melakukan operasi tersebut, mencatat bahwa ia memiliki dua hukuman seumur hidup oleh pendudukan Israel.

BACA JUGA:

“Saya menghabiskan tujuh tahun tanpa melihat siapa pun dari keluarga saya karena pendudukan menolak kunjungan. Ketika saya keluar dari penjara, saya memiliki satu tujuan: mengunjungi makam ibu saya,” kata Kamamji sebagaimana dikutip Al-Mayadeen.

Mahmoud Al-Arda, Yaqoub Qadri, Mohammad Al-Arda, Zakaria Zubeidi, Ayham Kamamji dan Munadel Infaiaat melarikan diri dari penjara Gilboa pada awal September melalui terowongan yang mereka gali di bawah lantai penjara.

Empat dari mereka ditangkap kembali setelah enam hari di wilayah pendudukan sementara dua lainnya, Kamamji dan Infaiaat, ditangkap kembali setelah dua minggu di kota Jenin, Tepi Barat. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: