Eropa

Guterres: DK PBB Gagal Cegah dan Akhiri Perang di Ukraina

Kyiv, ARRAHMAHNEWS.COM Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyalahkan Dewan Keamanan atas kegagalan mencegah pecahnya konflik bersenjata di Ukraina.

“Biar saya perjelas: Dewan Keamanan telah gagal melakukan segala daya untuk mencegah dan mengakhiri perang, dan ini adalah sumber kekecewaan, frustasi dan kemarahan,” kata Guterres pada hari Kamis, selama konferensi pers di Kyiv, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

BACA JUGA:

Sekretaris Jenderal PBB mengakui bahwa dia tidak yakin dengan kemungkinan reformasi Dewan Keamanan PBB di masa mendatang.

Okt 7, 2022

Antonio Guterres

Hari ini, Guterres mengadakan pembicaraan di Kyiv dengan Zelensky serta Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba, setelah ia mengunjungi kota-kota Borodinka, Bucha dan Irbin di provinsi Kyiv.

Guterres tiba di Ukraina dua hari setelah kunjungannya ke Moskow, di mana ia mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Guterres: Kami melakukan segala upaya untuk mengevakuasi orang-orang dari Azovstal

Guterres menegaskan bahwa dia dan Zelensky melakukan diskusi ekstensif untuk membahas situasi di kota Mariupol di Laut Azov, menggambarkannya sebagai “krisis dalam krisis.”

Dia menjelaskan bahwa dia berdiskusi dengan Zelensky cara untuk bergerak maju untuk mengevakuasi pasukan Ukraina terakhir yang terperangkap di dalam pabrik baja besar Azovstal dan warga sipil yang menurut pemerintah Kyiv ada di sana, dan menambahkan, “Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mengevakuasi orang-orang dari Azovstal.”

Sekretaris Jenderal mengatakan dia tidak akan mengungkapkan rincian atau tanggal kemungkinan evakuasi untuk mencegah kegagalannya.

Azovstal tetap menjadi benteng terakhir pasukan yang setia kepada pemerintah Ukraina di Mariupol, dan pemerintah Kyiv juga berbicara tentang kehadiran warga sipil di pabrik besar ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya telah memerintahkan pasukan negaranya untuk tidak menyerbu pabrik, yang menampung jaringan fasilitas bawah tanah era Soviet yang dibentengi dan kompleks. (ARN)

Sumber: RT Arabic

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: