Dipaksa jadi Pekerja Seks di UEA, Para Wanita Thailand Ini Cari Pertolongan

Uni Emirat Arab, ARRAHMAHNEWS.COM Beberapa wanita Thailand terungkap telah ditipu masuk ke dalam jaringan prostitusi di Uni Emirat Arab. Mereka dipaksa menjadi pekerja seks setelah melamar pekerjaan di bisnis pijat di negara itu. Kementerian Tenaga Kerja Thailand berusaha membantu para korban dan mengamankan kepulangan mereka.

Menteri Tenaga Kerja Thailand, Suchart Chomklin, mengatakan bahwa Supachai Phosu, wakil ketua kedua DPR, telah memberitahunya tentang kasus-kasus, di mana para pekerja awalnya diminta untuk bekerja di bisnis pijat Thailand di berbagai kota Emirat tetapi kemudian dipaksa menjadi pekerja seks.

BACA JUGA:

“Siapa pun yang menolak untuk mematuhi dilaporkan diancam dan dilukai secara fisik,” kata Suchart sebagaimana dikutip PressTV.

Ia mengatakan bahwa seorang wanita berusia 34 tahun, yang diidentifikasi sebagai Laddawan Singoi, ditawari pekerjaan di panti pijat Thailand di Dubai oleh bibinya pada Oktober 2021. Namun, ia dipaksa untuk menerima prostitusi dan dikurung di sebuah kamar jika dia menolak untuk menurut.

Dipaksa jadi Pekerja Seks di UEA, Para Wanita Thailand Ini Cari Pertolongan
Uni Emirat Arab

Suchart menggarisbawahi bahwa setidaknya dua wanita Thailand lainnya telah mengalami situasi serupa. Mereka bernama Sureeporn Ponyiam, penduduk provinsi timur laut tengah Roi Et dan Sasitaporn Wattanasri dari provinsi Buri Ram, yang terletak di bagian timur laut Thailand bagian bawah.

Paspor dan dokumen lain ketiga wanita Thailand itu disita, sehingga mereka tidak dapat bepergian ke luar kota Ajman di UEA.

Laddawan mengatakan bahwa ia telah melakukan kontak dengan konsulat Thailand di Dubai sejak 28 Maret, tetapi tidak ada perbaikan dalam kasus ini.

Ia akhirnya menghubungi departemen pemerintah lain untuk membantu memulangkannya dan teman-temannya ke Thailand.

Suchart menegaskan bahwa pemerintah Bangkok prihatin dengan pekerja Thailand di luar negeri karena mereka adalah pencari nafkah keluarga mereka di Thailand, dan mengirim remitansi.

“Staf pemerintah Thailand akan mengajukan laporan kepada polisi di Dubai untuk membantu para pekerja mengajukan paspor darurat sehingga mereka dapat dikembalikan,” katanya. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: