Hepatitis Misterius Telan Korban Jiwa, Dinkes Se-Jabar Gerak Cepat Antisipasi

Bandung, ARRAHMAHNEWS.COM Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat bergerak cepat mengantisipasi adanya penyakit hepatitis misterius yang telah menyerang ratusan orang di dunia, termasuk tiga anak-anak meninggal dunia di Jakarta.

Dinkes Jabar pun berkoordinasi dengan Dinkes Kab/Kota se-Jabar untuk mengantisipasi agar penyakit akut tersebut tidak sampai menyebar di Jabar.

BACA JUGA:

Kepala Dinkes Jabar R Nina Susana Dewi menyatakan sejauh ini belum ada laporan terkait penyakit hepatitis misterius itu di Jabar. Meski demikian, masyarakat diminta waspada terhadap gejala penyakit yang telah menyebar di Eropa, Amerika Serikat, dan belahan Asia tersebut.

Hepatitis Misterius Telan Korban Jiwa, Dinkes Se-Jabar Gerak Cepat Antisipasi
Ilustrasi

“Sampai saat ini belum ada kasus yang terlaporkan di Jabar,” kata Nina, Kamis (5/5/2022).

Nina mengaku pihaknya telah menyosialisasikan mengenai bahayanya hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya itu ke tiap rumah sakit dan pelayanan kesehatan lain sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Sesuai dengan SE dari Kemenkes terkait kewaspadaan kasus hepatitis tersebut, pihak Dinkes Jabar sudah menyampaikan SE tersebut ke kepala dinkes kab/kota juga ke se-Jabar. Serta komunikasi melalui Whatsapp grupnya agar dilakukan pemantauan dan koordinasi termasuk dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan),” tuturnya.

Adapun Kemenkes meminta kepada warga waspada akan penyakit hepatitis misterius yang menyerang anak-anak.

BACA JUGA:

Ini dilakukan setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology) pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Surat Edaran Kemenkes ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) Kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya.

Himbauan Kemenkes

Dalam SE tersebut, Kemenkes meminta Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk, pertama memantau dan melaporkan kasus sindrom jaundice akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak.

Kedua, memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ketiga, menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom jaundice. (ARN)

Sumber: Liputan6

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: