Pakar Sebut Hepatitis Akut Tak Terkait Vaksinasi Covid19

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM Semenjak kasus hepatitis merebak di beberapa negara di dunia, beragam artikel online yang dibagikan ratusan ribu kali di media sosial mengklaim wabah global hepatitis parah pada anak-anak terkait dengan vaksin Covid-19, mengutip sebuah studi April 2022 sebagai bukti.

Tetapi otoritas kesehatan dan pakar independen menolak gagasan bahwa vaksinasi itu yang harus disalahkan, dengan mengatakan sebagian besar dari mereka yang terkena dampak terlalu muda untuk divaksinasi dan bahwa penelitian tersebut mengacu pada kasus orang dewasa dengan jenis hepatitis yang berbeda.

BACA JUGA:

Pakar Sebut Hepatitis Akut Tak Terkait Vaksinasi Covid19
Vaksinasi

“Studi baru yang mengkonfirmasi bahwa Vaksin Covid menyebabkan Hepatitis Autoimun Parah diterbitkan beberapa hari setelah WHO mengeluarkan ‘Global Alert’ tentang Hepatitis Parah baru di kalangan Anak-anak,” demikian judul artikel 28 April 2022 dari The Expose, sebuah situs web dengan riwayat informasi kesehatan yang tidak akurat beredar.

Pakar Sebut Hepatitis Akut Tak Terkait Vaksinasi Covid19
Study

Cerita tersebut mengutip studi kasus seorang pria berusia 52 tahun yang memiliki hepatitis autoimun setelah infeksi dan vaksinasi Covid-19, kemudian mengatakan: “Temuan ini datang hanya beberapa hari setelah Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan ‘peringatan global’ tentang jenis baru hepatitis parah yang menyerang anak-anak.”

BACA JUGA:

Strain hepatitis parah yang tidak diketahui asalnya ini telah diidentifikasi pada hampir 230 anak di 20 negara, termasuk tiga di Indonesia yang meninggal karena kondisi tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pemberitahuan pada topik 23 April, yang menolak hipotesis bahwa penyakit itu bisa jadi merupakan efek samping dari vaksin Covid-19 karena “sebagian besar anak-anak yang terkena dampak tidak menerima vaksinasi Covid-19.”

Organisasi itu mengatakan kepada AFP: “Tidak ada yang menyarankan keterkaitan (antara hal ini).”

Otoritas kesehatan Inggris juga memperingatkan masyarakat tentang peningkatan kasus hepatitis pada anak-anak, menggambarkan “onset mendadak” yang telah diidentifikasi sejak Januari 2022.

Pakar Sebut Hepatitis Akut Tak Terkait Vaksinasi Covid19
berita hoaks

Seorang juru bicara Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan: “Tidak ada kaitan dengan vaksin virus corona Covid-19). Tak satupun dari kasus yang saat ini dikonfirmasi pada anak di bawah 10 tahun di Inggris diketahui telah divaksinasi.”

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menerbitkan nasihat kesehatan “untuk memberi tahu dokter dan otoritas kesehatan masyarakat tentang sekelompok anak yang diidentifikasi dengan infeksi hepatitis dan adenovirus.”

BACA JUGA:

Sembilan anak kecil dari Alabama yang terkena hepatitis semuanya dinyatakan positif terkena patogen umum yang disebut adenovirus 41, sebuah studi dari badan kesehatan yang dirilis pada 29 April mengatakan.

“Saat ini, kami percaya adenovirus mungkin menjadi penyebab kasus yang dilaporkan ini, tetapi faktor lingkungan dan situasional potensial lainnya masih diselidiki,” kata CDC dalam sebuah pernyataan yang menyertai penelitian tersebut.

Mengenai klaim bahwa kasus tersebut terkait dengan vaksinasi Covid-19, juru bicara CDC Kristen Nordlund mengatakan: “Usia untuk kasus berkisar antara 11 bulan hingga lima tahun dan 9 bulan, yang sebagian besar tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi Covid-19.”

Setiap orang yang berusia lima tahun ke atas saat ini memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Amerika Serikat.

Klaim serupa muncul di The Gateway Pundit, situs web lain yang berulang kali menyebarkan informasi yang tidak akurat. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: