Di DK PBB, China-Rusia Tolak Sanksi Lebih Lanjut atas Korut

PBB, ARRAHMAHNEWS.COM China dan Rusia telah menyuarakan penentangan terhadap sanksi lebih lanjut oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap Korea Utara atas uji coba misilnya. Kedua negara ini menentang desakan Amerika Serikat mendesak kepada dewan agar memberlakukan tindakan tersebut terhadap Pyongyang.

Korea Utara, yang berada di bawah sanksi PBB sejak 2006 atas program nuklir dan misil balistiknya, telah meningkatkan peluncuran misilnya tahun ini, melakukan 15 uji coba senjata, termasuk misil balistik antarbenua (IBM) pada jarak penuh untuk pertama kali sejak 2017.

BACA JUGA:

Meskipun PBB mengklaim bahwa sanksi yang dijatuhkan tidak akan mempengaruhi pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Korea Utara, organisasi bantuan mengatakan bahwa perdagangan yang ketat dan tindakan perbankan telah menghambat aliran pasokan penting tersebut.

Di DK PBB, China-Rusia Tolak Sanksi Lebih Lanjut atas Korut
Sidang DK PBB

Pada hari Rabu, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mendesak DK PBB untuk “mulai mengambil tindakan.” Washington mendesak 15 anggota dewan untuk memberikan suara pada bulan Mei terkait resolusi rancangan AS untuk  menjatuhkan sanksi lebih terhadap Pyongyang.

China dan Rusia yang memegang hak veto menentang sanksi lebih lanjut terhadap Korea Utara dan menekankan dialog sebagai satu-satunya cara yang mungkin untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

Dalam sidang, Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun menekankan bahwa resolusi yang dirancang AS “bukanlah cara yang tepat untuk mengatasi situasi saat ini”, dikutip Al-Manar.

“Sayangnya, AS telah menutup mata terhadap proposal yang masuk akal dari China dan anggota dewan terkait lainnya, dan tetap terpikat takhayul kekuatan magis sanksi,” katanya kepada DK PBB.

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Anna Evstigneeva mengatakan bahwa resolusi yang dirancang oleh Rusia dan China untuk meringankan sanksi Korea Utara “tetap di atas meja” dan “dapat mendorong para pihak untuk meningkatkan upaya negosiasi.”

Akhir tahun lalu, China dan Rusia mendorong dewan untuk menghapus sanksi tertentu terhadap Korea Utara sebagai pengakuan atas langkah-langkah yang diambil Pyongyang hingga saat itu untuk denuklirisasi dan untuk mendorong negosiasi lebih lanjut. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: