Headline News

Pasukan Israel Gunakan Remaja Palestina sebagai Perisai Manusia

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Pasukan Israel menggunakan seorang gadis remaja Palestina untuk melindungi diri dari peluru yang masuk selama serangan pekan lalu di bagian utara kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki. Organisasi hak anak internasional menyampaikan hal ini.

Defense for Children International (DCI) menceritakan perkembangan yang melibatkan Ahed Mohammad Rida Mereb, 16, dengan detail yang mengerikan. Kantor berita Palestina Wafa melaporkannya pada hari Sabtu, mengutip laporan hari Rabu oleh organisasi HAM tersebut.

Menurut cabang organisasi Palestina (DCIP), insiden itu terjadi ketika pasukan Israel menggerebek rumah Ahed di kota Jenin untuk menangkap saudara laki-lakinya yang berusia 20 tahun.

Jul 6, 2022

Ahed Mohammad Rida Mereb,

Serangan itu membuat pasukan rezim benar-benar mengevakuasi rumah sebelum mulai baku tembak dengan saudara laki-lakinya.

BACA JUGA:

Setelah evakuasi, mereka memerintahkan Ahed untuk berdiri di depan kendaraan militer Israel selama dua jam untuk melindungi kendaraan dan penumpang Israel dari tembakan yang masuk.

“Peluru ditembakkan ke kendaraan militer dari segala arah,” kata Ahed kepada DCIP.

“Saya gemetar dan menangis dan berteriak kepada tentara untuk mengeluarkan saya karena peluru melewati kepala saya, tetapi salah satu dari mereka memerintahkan saya dalam bahasa Arab melalui jendela kecil di kendaraan militer, ‘Tetap di tempat dan jangan bergerak. . Anda seorang teroris. Berdiri di tempatmu sampai kamu mengucapkan selamat tinggal pada saudaramu.”

BACA JUGA:

Pasukan Israel bahkan tidak akan membiarkan Ahed memiringkan kepalanya untuk menghindari peluru, bahkan salah satu tentara Israel memerintahkannya untuk berdiri tegak.

Setelah dua jam berlalu, gadis Palestina itu akhirnya berhasil berlari ke pohon terdekat, di mana ia jatuh pingsan ke tanah.

‘Kejahatan perang’

“Hukum internasional secara eksplisit dan mutlak melarang penggunaan anak-anak sebagai perisai manusia oleh angkatan bersenjata atau kelompok bersenjata,” kata Ayed Abu Eqtaish, direktur Program Akuntabilitas di DCIP.

“Pasukan Israel dengan sengaja menempatkan seorang anak dalam bahaya besar untuk melindungi diri mereka sendiri merupakan kejahatan perang,” tambahnya.

Pasukan Israel juga menembakkan rentetan granat berpeluncur roket ke rumah itu, yang menyebabkannya terbakar, dan melepaskan tembakan peluru tajam kesana.

Mereka meninggalkan daerah itu sekitar tiga jam kemudian setelah menahan saudara laki-laki Ahed. Sementara itu, Ahed dilarikan dengan kendaraan pribadi ke Rumah Sakit Jenin dan dirawat karena tekanan mental yang intens dan kekurangan oksigen yang parah. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: