Headline News

Bunuh Anggota IRGC, Inilah Ancaman Keras Iran ke Barat

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Sebelum meninggalkan Teheran menuju Kesultanan Oman, Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan pada Senin (23/05), bahwa “Tangan arogansi global berada di balik pembunuhan martir Hassan Sayyad Khodaye.”

“Balas dendam atas darah syuhada Khodaei sudah pasti,” katanya sebagaimana dikutip Al-Mayadeen. “Mereka yang dikalahkan di lapangan oleh para pembela makam suci menunjukkan ketidakberdayaan mereka dengan membunuhnya”.

BACA JUGA:

Senada dengan pernyataan Presiden Iran, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran mengatakan pembunuhan pembela makam suci, Martir Sayyad Khodaei pasti tidak akan tak terjawab.

Jul 6, 2022

Ebrahim Raisi

Mayor Jenderal Mohammad Bagheri menggambarkan pembunuhan anggota IRGC Kolonel Sayyad Khodaei sebagai sinyal penghinaan kekuatan Barat yang mengaku sebagai pembela hak asasi manusia untuk menutupi kekalahan memalukan mereka melawan Front Perlawanan.

Jenderal Bagheri menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Revolusi Islam, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan keluarga yang ditinggalkan atas kesyahidan Sayyad Khodaei dan menyatakan bahwa Martir Khodaei menghabiskan hidupnya di jalan membela cita-cita Revolusi Islam dan juga keamanan dari Republik Islam Iran.

Sementara itu, Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami berjanji pada hari Senin bahwa IRGC akan membalas dendam kepada musuh atas pembunuhan Kolonel Sayyad Khodaei.

BACA JUGA:

Dua orang dengan sepeda motor menembak dan membunuh anggota IRGC Sayyad Khodaei yang merupakan penasihat militer Iran di Suriah, pada hari Minggu, di ibukota Iran.

Pada Minggu sore, Pengawal Revolusi Iran mengumumkan pembunuhan perwira IRGC, Hassan Sayyad Khodaei, di ibukota, Teheran, dengan peluru, menambahkan bahwa “operasi teroris dilakukan oleh musuh-musuh revolusi dan pengikut arogansi global. “

Jubir Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan, “Musuh Iran sekali lagi menunjukkan sifat jahat mereka dengan membunuh salah satu anggota Garda Revolusi.”

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk pembunuhan itu, menggambarkannya sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: