Amerika

Kepada AS, Israel Akui Pembunuhan Kolonel IRGC Iran

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Rezim Tel Aviv memberi tahu Washington bahwa mereka bertanggung jawab atas pembunuhan seorang perwira Pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam Iran [IRGC] di Teheran, pada hari Minggu lalu.

The New York Times melaporkan dalam briefing dengan pejabat Amerika, bahwa entitas pendudukan ‘Israel’ mengkonfirmasi laporan bahwa Kolonel Hassan Sayyad Khodaei, yang ditembak mati di dalam kendaraan, adalah wakil komandan Unit 840 Pasukan Quds.

BACA JUGA:

Menurut NYT, pejabat ‘Israel’ mengklaim petugas itu adalah kepala operasi Unit 840 Timur Tengah, serta di negara-negara yang berbatasan dengan Iran.

Jul 6, 2022

Sayyad Khodaei

Menurut laporan Iran, Pembunuh dengan sepeda motor menembak dan membunuh Khodaei di depan rumahnya di Jalan Mojahedin Eslam di ibu kota Teheran.

IRGC menyebut pembunuhan itu sebagai “tindakan teroris kriminal kontra-revolusi dan elemen yang terkait dengan arogansi global,” sebuah istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada AS dan ‘Israel’.

 

Perdana Menteri Zionis Naftali Bennett mengkonfirmasi pada hari Rabu laporan bahwa Presiden AS Joe Biden telah memberitahunya bahwa ia pasti tidak akan menghapus IRGC dari daftar organisasi teroris asing [FTO] AS.

Biden dilaporkan memberi tahu Bennett tentang keputusannya selama percakapan telepon antara keduanya pada bulan April.

Menurut laporan itu, Biden memutuskan untuk mencabut gagasan menghapus Pasukan Quds IRGC dari daftar hitam teroris AS setelah jelas tidak akan cukup untuk memaksa Iran berkompromi dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

BACA JUGA:

Media ‘Israel’ mencatat bahwa militer Zionis terkejut dengan kebocoran tersebut. Israel dan AS memiliki hubungan intelijen yang erat; sesuatu seperti ini seharusnya tidak pernah dipublikasikan,.

Sesuai laporan tersebut, pejabat Zionis sedang menunggu penjelasan dari rekan-rekan Amerika mereka, karena kebocoran itu mengejutkan entitas pendudukan dan diperkirakan berasal dari sumber di AS.

Pejabat keamanan di wilayah pendudukan dilaporkan khawatir kebocoran itu mungkin mengarah pada penargetan yang lebih “substansial” terhadap ‘Israel’ di luar negeri sebagai balas dendam atas pembunuhan itu. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: