Amerika

Ingkar Janji! Biden Batal Buka Konsulat AS di Al-Quds

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah laporan baru mengungkap bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah membatalkan rencananya untuk membuka kembali sebuah konsulat yang secara khusus ditujukan untuk urusan Palestina di kota Yerusalem (al-Quds) yang diduduki.

Dalam sebuah laporan, Pusat Informasi Palestina yang diterbitkan pada hari Senin, surat kabar Ibrani yang berbasis di al-Quds, Israel Today, mengatakan bahwa pemerintah Biden telah membatalkan untuk membuka kembali konsulat AS di kota suci itu.

Laporan itu lebih lanjut mencatat bahwa Amerika Serikat bermaksud untuk meningkatkan jabatan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Israel dan Palestina Hady Amr, menjadi Utusan Khusus untuk Palestina.

Jul 5, 2022

Ia akan bekerja secara langsung dengan Unit Urusan Palestina (PAU) Kedutaan Besar AS di Israel, dan akan menjadi perwakilan terpisah untuk Palestina dalam segala hal.

BACA JUGA:

Perkembangan terakhir ini terjadi setelah rezim Israel menyatakan penentangannya terhadap rencana AS untuk membuka kembali konsulat untuk Palestina di al-Quds yang diduduki, dengan mengatakan langkah itu akan menantang “kedaulatan” atas kota yang diperebutkan.

Pada bulan November lalu, perdana menteri Israel Naftali Bennett menolak pembukaan kembali konsulat yang dijanjikan AS untuk Palestina, di al-Quds Timur.

Ia mengatakan pada saat itu “tidak ada ruang” di al-Quds untuk misi diplomatik Amerika.

Pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan dukungan untuk klaim Israel atas al-Quds sebagai “ibu kota” dengan memindahkan kedutaan Amerika di sana dari Tel Aviv.

Trump juga menutup konsulat AS di al-Quds, yang telah berfungsi sebagai kedutaan de facto untuk Palestina, dengan mengatakan itu tidak lagi diperlukan karena kedutaan baru telah mengambil alih fungsinya.

Memindahkan kedutaan AS ke al-Quds adalah di antara beberapa tindakan AS yang merugikan bangsa Palestina, yang menginginkan al-Quds Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Biden telah berjanji untuk memulihkan hubungan dengan Palestina dan membuka kembali konsulat al-Quds. Namun, ia gagal memenuhi janjinya. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: