Amerika

Inilah Fakta Biden Jadikan Saudi Mainan Politik AS

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Inilah fakta Joe Biden jadikan Saudi mainan politik AS. Sebuah laporan pada hari Kamis mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan mengunjungi Arab Saudi bulan ini. Ini adalah langkah yang berkebalikan dengan pernyataannya yang pernah menyerukan agar kerajaan dijadikan Negara pariah (diisolasi secara internasional).

Keputusan ini dilaporkan beberapa jam setelah Arab Saudi membahas dua prioritas Biden, yaitu menyetujui kenaikan produksi minyak dan membantu memperpanjang gencatan senjata di Yaman yang dilanda perang.

BACA JUGA:

The New York Times dan CNN, mengutip sumber-sumber anonim, keduanya mengatakan bahwa Biden akan melanjutkan perjalanan ke Saudi yang telah lama dikabarkan akan dihentikan.

Jul 7, 2022

Foto Joe Biden dan MbS

Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan bahwa saat ini tidak ada rencana perjalanan untuk diumumkan, namun mengatakan bahwa, “Presiden akan mencari peluang untuk terlibat dengan para pemimpin dari kawasan Timur Tengah”.

Biden berencana bulan ini untuk melakukan perjalanan ke KTT NATO di Spanyol dan KTT Kelompok Tujuh di Jerman. Ia juga diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Israel.

Biden saat mencalonkan diri sebagai presiden menyerukan agar para pemimpin Saudi diperlakukan sebagai “paria” setelah hubungan akrab kerajaan ultrakonservatif itu dengan pendahulunya Donald Trump.

Trump sebagian besar telah melindungi Arab Saudi dari konsekuensi pembunuhan terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang juga seorang warga AS. Ia dibunuh setelah dibujuk ke konsulat Saudi di Istanbul di mana ia dicekik dan dipotong-potong.

BACA JUGA:

Menantu dan ajudan Trump, Jared Kushner, telah mengembangkan ikatan erat dengan pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang dilaporkan berbicara dengannya melalui obrolan WhatsApp.

Biden tak lama setelah menjabat, merilis sebuah laporan intelijen yang mengatakan putra mahkota mengizinkan pembunuhan Khashoggi dan pemerintah memberlakukan pembatasan visa pada puluhan warga Saudi yang dituduh mengancam para pembangkang.

Biden juga mengurangi dukungan dari kampanye udara yang dipimpin Saudi di Yaman di tengah reaksi atas korban sipil.

Produsen minyak utama yang dipimpin oleh Arab Saudi pada hari Kamis menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari yang diharapkan, melegakan bagi Biden yang jumlah jajak pendapatnya telah merosot sebagian karena meroketnya harga gas setelah invasi Rusia ke Ukraina. (ARN)

Sumber: InsiderPaper

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: