Artikel

Islah Bahrawi Jawab Narasi Busuk Kelompok Khilafah

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMNarasi-narasi yang dibangun oleh tokoh-tokoh kelompok khilafah semakin hari semakin busuk dan menakutkan serta sangat berbahaya, narasi mereka seakan-akan logis dan tidak salah, padahal narasi mereka sangat salah sekali.

Narasi-narasi tokoh-tokoh kelompok khilafah dibantah oleh Direktur Eksekutif Jaringan Moderasi Beragama Indonesia Islah Bahrawi di akun Instagramnya, menurutnya modus para penunggang agama demi mewujudkan ambisi kekuasaannya kadang menggelikan. Memanfaatkan kelemahan ruang berpikir dan ke awaman seseorang terhadap pemahaman agama yang dogmatis. Atas nama ketuhanan kadang membuat orang merasa tabu untuk berpikir dua kali.

BACA JUGA:

Menurut Islah Bahrawi, celah ini lah yang dipakai oleh mereka untuk mencapai kekuasaannya, karena di alam demokrasi mereka merasa sulit untuk mendapat dukungan elektoral.

Lalu demokrasi mereka tolak dengan alasan buatan manusia, padahal sistem Khilafah juga hasil kesepakatan manusia. Mereka memposisikan diri seolah mendapatkan mandat Tuhan untuk menjalankan pemerintahan dengan sistem politik versi mereka.

Peradaban hari ini telah berubah. Semua orang bisa belajar dari banyak hal, terutama dari sejarah masa lalu. Hanya orang-orang yang malas bergerak dari kebodohan yang masih terperdaya oleh narasi-narasi politik rongsokan, yang direkondisi seolah barang baru yang turun dari langit.

Jangan pernah lelah untuk mempelajari peradaban dari waktu ke waktu, agar kita tidak jadi manusia-manusia robotik yang digerakkan orang lain. Jangan menjadi orang yang dimanfaatkan ke awamannya oleh mereka yang muncul di setiap jaman; yakni mereka yang membajak nama Tuhan demi supremasi segelintir orang, ujar Islah Bahrawi.

Hal tersebut juga dikuatkan dari beberapa kutipan ceramah ulama Yaman Habib Ali Al-Jufri menyampaikan, Siapapun orang yang mengajak kalian untuk mendirikan Khilafah maka jangan kalian ikuti! Baik ia dari Arab, Turki, atau dari manapun. Mereka hanya ingin merebut kekuasaan dengan memanfaatkan ghirah dan kecintaan kalian kepada agama“.

Menurut Habib Ali Al-Jufri di Timur Tengah seperti Libya dan Suriah banyak kemungkaran. Ketika dainya tidak bijak, maka keadaan akan makin parah. Kita silakan amar ma’ruf. Siapapun pelakunya, siapa saja silakan dengan cara yang baik dan jangan menyebabkan negara menjadi hancur.

Banyak yang menjadi penjilat pemerintah. Itu tidak bagus. Tapi menjilat kepada rakyat juga tidak bagus. Atau mengatasnamakan agama untuk kebatilan. Zaman sekarang kritik itu gampang. Tidak seperti zaman dulu, pedang terhunus jika mengkritik pemerintah. Tunjukkan keberanianmu dengan pedang media sosial. Tanpa perduli caci maki orang kepadamu jika kamu benar.

BACA JUGA:

Tidak boleh memberontak kepada pemerintah selama masih Islam dan shalat. Seandainya dia kafir pun ada syaratnya; jangan sampai negara kacau dan hancur karena pemberontakan. Metode dakwah adalah hikmah, nasihat yang baik dan debat dengan cara paling baik.

Masalah politik yang perlu diketahui ada pemerintah, rakyat, partai, oposisi. Dan perlu diketahui masih ada orang-orang yang baik dalam pemerintahan tersebut. Pandangan ulama ada tiga dalam politik; diwajibkan (masyru’), berbahaya (haram), dan khilafiyah.

Siapapun yang memanas-manasi institusi-institusi pemerintah itu adalah pelaku Kriminal meskipun dia pakai Imamah, meskipun mengatasnamakan agama, menolong atau membela Islam itu mungkin orang bodoh yang diketawai atau penipu, siapapun dia, karena ketika ada orang yang memanas-manasi dan mengusik pemerintah maka dia menghancurkan negara, berarti dia menghancurkan 5 pondasi agama (agama, menjaga jiwa (kehidupan, akal, harga diri dan harta). (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: