Eropa

Rusia: Resiko Perang Nuklir Tak Bisa Diabaikan

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa tidak ada yang boleh melupakan tentang situasi yang dapat memaksa Rusia untuk menggunakan senjata nuklir. Tetapi ia menekankan bahwa “tidak ada yang menginginkan perang nuklir.”

Sejak peluncuran serangan militer Rusia di Ukraina pada akhir Februari, hubungan antara Moskow dan Barat telah memburuk ke tingkat terendah dalam sejarah modern. Rusia telah berulang kali memperingatkan AS dan sekutunya bahwa mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina berisiko menimbulkan konfrontasi langsung antara Rusia dan NATO.

BACA JUGA:

Dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera, Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan bahwa meskipun ia tidak ingin menakut-nakuti siapa pun, “ketika orang mengatakan bahwa sesuatu tidak mungkin, karena tidak pernah mungkin, mereka selalu salah.” Ia mencatat bahwa dunia telah menyaksikan penggunaan senjata nuklir dan itu tidak lain dilakukan oleh Amerika.

Jul 7, 2022

Perang Nuklir

Mengacu pada doktrin nuklir Rusia, Medvedev menyatakan bahwa panglima tertinggi Rusia (presiden) dapat memerintahkan serangan nuklir dalam beberapa scenario, misalnya, jika Rusia atau infrastruktur kritisnya menjadi sasaran serangan nuklir.

“Atau mungkin ada alasan lain, yaitu jika Rusia menjadi sasaran serangan dengan senjata konvensional, tetapi serangan ini bersifat sedemikian rupa sehingga mengancam keberadaan negara itu sendiri. Tidak ada yang boleh melupakan hal ini juga, ”kata Medvedev.

Ia mendesak negara-negara lain untuk membuat keputusan dengan “mempertimbangkan semua kenyataan.”

Ini adalah jalan buntu, ini adalah akhir umat manusia, dan kita semua harus melakukan sesuatu agar keruntuhan nuklir tidak pernah terjadi di Bumi. (ARN)

Sumber: RT

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: