Eropa

Pertemuan Dewan Gubernur IAEA Digelar, Nuklir Iran jadi Sorotan

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah memulai pertemuan rutin Dewan Gubernur di Wina. Isu nuklir Iran dan kerjasama Teheran dengan pengawas nuklir PBB diperkirakan akan menjadi pusat perhatian.

Selama acara tersebut, Dewan Gubernur diperkirakan akan mengadopsi resolusi anti-Iran yang dirancang oleh Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat. Resolusi tersebut bertujuan untuk menuduh Teheran menahan kerja sama dengan badan tersebut, dan tidak berbuat cukup untuk menyelesaikan masalah yang mereka sebut masalah luar biasa.

BACA JUGA:

Dalam pernyataan pengantarnya pada rapat Dewan pada hari Senin, Direktur Jenderal Badan itu, Rafael Grossi, sekali lagi mengulangi retorika anti-Iran, menuduh bahwa sejak 23 Februari 2021, “kegiatan Badan telah sangat dipengaruhi oleh keputusan Iran untuk menghentikan implementasi komitmen terkait nuklirnya di bawah JCPOA, termasuk Protokol Tambahan.”

Jul 7, 2022

Rapat dewan gubernur IAEA

Ia menambahkan, “Iran belum memberikan penjelasan yang secara teknis kredibel sehubungan dengan temuan Badan di tiga lokasi yang tidak diumumkan di Iran,” menyusul pertemuan Grossi dengan kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami dan adopsi kesepakatan bersama kedua belah pihak dalam pernyataan pada 5 Maret 2022.

Pernyataan Grossi ini dikeluarkan meskipun Iran sering memperingatkan bahwa jika Badan tersebut menyimpang dari sifat teknisnya dan membuat keputusan politis terkait dengan program nuklir damai Iran, negara itu akan merespons dengan cara yang sama.

Pada 1 Juni, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa negaranya akan menanggapi dengan kuat dan proporsional setiap “langkah tidak konstruktif” pada pertemuan Dewan Gubernur IAEA mendatang. Peringatan itu dikeluarkan sehari setelah Iran menolak laporan terbaru Badan tersebut tentang program nuklirnya.

“Mereka yang menganggap laporan Dewan Gubernur dan direktur jenderal sebagai pengaruh dan alat permainan politik melawan Iran bertanggung jawab atas konsekuensinya,” katanya. (ARN)

Sumber: Press TV

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: