Headline News

Konspirasi Berbahaya Dibalik Kampanye Global Penyelamatan Tanker Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang mantan duta besar Yaman mengungkap rahasia dari kampanye penggalangan dana untuk menyelamatkan kapal tanker tua bernama FSO Safer, di lepas pantai Yaman. Ia memperingatkan konspirasi berbahaya dibalik penggalangan dana tersebut pada Hari Minggu (13/06).

Analis politik dan mantan duta besar Yaman, Abdullah Salam al-Hakimi, memperingatkan tentang klaim pihak-pihak tertentu soal perbaikan kapal tanker FSO Safer di Hodeidah, kampanye intimidasi menggunakan bencana lingkungan yang akan diakibatkannya jika tenggelam, dan pengumpulan sumbangan global untuk itu, ucap Salam  di akun Twitternya.

BACA JUGA:

Al-Hakimi menunjukkan bahwa tujuan mengumpulkan sumbangan untuk pemeliharaan unit penampungan minyak terapung itu adalah “untuk berkonspirasi memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain, merebut tanker tersebut dan mencegah Yaman megekspor minyaknya, jika Sana’a nantinya berhasil mendapatkan kembali kendali atas ladang minyak di Ma’rib.

Jul 7, 2022

Kapal Tanker Yaman

Unit penyimpanan minyak FSO Safer telah rusak karena kurangnya perbaikan. Sejak invasi Saudi ke Yaman pada tahun 2015, tim teknik Yaman tidak bisa melakukan pemeliharaan yang diperlukan terhadap tanker tersebut.

Meskipun Yaman telah berulang kali menyerukan kepada PBB untuk mengambil tanggung jawabnya dalam memastikan perbaikan, banyak pekerjaan yang masih belum selesai.

Jika FSO Safer bocor atau tenggelam, kemungkinan besar akan menyebabkan bencana tumpahan minyak dengan proporsi dahsyat yang menghancurkan sebagian besar ekosistem Laut Merah.

Kapal bahan bakar bernama FSO Safer tersebut, diketahui telah berusia 45 tahun dan memuat 1,1 juta barel minyak mentah. Kapal tersebut telah ditinggalkan di dekat pelabuhan barat Yaman, Hodeida sejak 2015.

Tumpahan dari kapal tanker minyak Safer diperkirakan akan menjadi bencana besar, terutama untuk Yaman. Sebagai perbandingan, jumlah minyak di kapal tanker empat kali lipat lebih banyak dibanding insiden tumpahan minyak terbesar di dunia, dari kapal Exxon Valdez pada tahun 1989. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: