Fokus

Warganet: Pak Tito IPDN Kemasukan Ustadz Radikal ‘Khalid Basalamah’

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Heboh netizen serukan Ustadz Khalid Basalamah agar ditolak ceramah di kampus IPDN atau Institut Pendidikan Dalam Negeri karena dituduh Radikal dan Wahabi. Dalam keterangan para pihak yang menolak itu menyayangkan IPDN telah mengundang Ustadz Khalid Basalamah untuk berceramah.

Sebab Ustadz Khalid Basalamah dinilai tidak layak untuk memberi ceramah di IPDN. Informasi soal penolakan ceramah Ustadz Khalid Basalamah tersebut ramai dan viral di media sosial Twitter dan Instagram salah satunya disebarkan oleh akun Twitter @Aguskrisyanto7.

BACA JUGA:

Jul 5, 2022

Screen Shot akun Twitter

“Menunggu kekuatan netijen untuk menggagalkan acara di atas,” tulis pengguna twitter @Aguskrisyanto7, dikutip pada Rabu, 15 Juni 2022.

Sebelumnya, luas beredar gambar pamflet tersebut sebuah tangkapan layar acara ceramah yang mengundang Ustadz Khalid Basalamah. Penolakan pun berawal dari informasi tersebut.

Salah satu alasan terhadap aksi penolakan ceramah Ustadz Khalid Basalamah adalah karena yang bersangkuran dinilai materi ceramahnya cenderung beraliran Wahabi. “IPDN kemasukan wahabi, tolak khalid di IPDN. Viralkan,” tambah dia. Sembari menautkan tagar #kemendagri. Tak sampai disitu saja, netizen juga mendesak sejumlah Kementerian agar mempertimbangkan soal undangan ceramah ustadz Khalid Basalamah di IPDN.

“Pak @titokarnavian.id @titokarnavian @kemendagri tolong dipertimbangkan lagi untuk acara ini pak. Sudah jelas lho pak #ustadkhalidbasalamah termasuk salah satu Ustadz Radikal,” tulis juga admin @kombatan_merah di Instagramnya. Kemudian admin tersebut juga menyatakan penolakannya atas undangan ceramah Ustadz Khalid Basalamah di kampus IPDN. “Katakan tolak/tidak untuk menggunakan jasa #ustadkhalidbasalamah,” tambah dia. IPDN menurutnya lebih baik mengundang penceramah lain yang jauh lebih berkompeten.

BACA JUGA:

“Masih banyak ustadz lain yang lebih kompeten,” tukasnya. Dia juga mengkhawatirkan ceramah Ustadz Khalid Basalamah akan mengancam persatuan dan nilai-nilai pancasila. “Masa ASN @kemendagri mau jadi sarang radikal,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah warganet ikut memberi tanggapan soal kegiatan keislaman IPDN yang mengundang ceramah Ustadz Khalid Basalamah. “Jika IPDN di isi oleh penceramah Wahabi, yang isinya selalu membid’ah kan, mengharamkan wayang, men-toghut-kan Pancasila dan negara, mau jadi apa siswa IPDN nantinya yang akan menduduki kepemimpinan di Negara atau Daerah,” tulis @DidikPu70594714.

“Pak @titokarnavian, ini ustad yg larang hormat bendera dan Lagu Kebangsaan. Lulusan IPDN nanti kalau jadi lurah dan camat di seluruh Indonesia jangan sampai kerasukan tidak boleh upacara  maulid, ziarah kubur dll,” tulis juga @EfuMuslimin.

Dan saat ini desakan dari netizen terkabulkan, menurut akun Instagram @rohis_ipdn mengumumkan bahwa acara Ustadz Khalid Basalamah dibatalkan. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: