Arab Saudi

Kapal Emirat Tinggalkan Yaman Pasca Jarah 400.000 Barel Minyak

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Media Yaman melaporkan bahwa kapal “Golf Aetos” telah meninggalkan pelabuhan “Radum” di provinsi Shabwa, setelah “menjarah lebih dari 400.000 barel minyak mentah.”

Sebuah sumber khusus mengatakan kepada kantor berita Saba Yaman bahwa Kapal tersebut yang tiba beberapa hari lalu di pelabuhan Radhum itu datang dari UEA.

BACA JUGA:

Sumber tersebut menunjukkan bahwa kapal telah memuat lebih dari 400.000 barel minyak mentah. Ini senilai lebih dari 43 juta dan 640.000 dolar, menurut harga minyak di bursa saham internasional, atau setara dengan 49 miliar riyal menurut nilai tukar di wilayah pendudukan tersebut.”

Kapal Minyak Emirat Rampok 400.000 Barel Minyak Yaman

Kapal Tanker

Sumber juga menunjukkan bahwa “penjarahan minyak mentah dari Yaman ini dilakukan sehubungan dengan kelanjutan dari penjarahan terorganisir oleh agresi dan tentara bayaran mereka terhadap pendapatan minyak dan kekayaan negara, dan mereka terus memotong gaji pegawai negeri selama lebih dari enam tahun.”

“Setiap tindakan yang diambil melalui pemerintah pengkhianat, baik dengan penjualan, penugasan, transfer, atau transfer salah satu saham dan hak yang dimiliki oleh setiap anggota kontraktor di sektor apapun, dianggap tidak dapat diterima,” ujar sumber itu, menegaskan bahwa masyarakat internasional dan semua organisasi internasional harus memainkan peran mereka dalam menghentikan perusakan kekayaan rakyat oleh Pemerintah pengkhianat.

Penjarahan ini terjadi sekitar dua minggu setelah sebuah kapal raksasa meninggalkan pelabuhan Ash-Shihr di Hadhramaut, pada 11 Juni, pasca menjarah lebih dari dua juta barel minyak mentah, dengan nilai total lebih dari 270 juta dolar, menurut harga minyak di bursa saham internasional, atau setara dengan 162 miliar riyal Yaman.

Penasihat Dewan Politik Tertinggi di Yaman , Muhammad Taher Anam, mengatakan bahwa “hari-hari tidak akan lama sampai kepemimpinan Yaman kehabisan kesabaran terhadap eksploitasi gencatan senjata PBB, dan dari keberlanjutan pencurian minyak dan gas Yaman oleh Uni Emirat Arab dan Saudi.”

Penasihat Yaman menambahkan bahwa “pencurian minyak dan gas tersebut dilakukan oleh kapal-kapal di pantai Shabwa, dan perusahaan-perusahaan di Hadhramaut serta perbatasan Al-Jawf dengan Arab Saudi,” mencatat bahwa perusahaan-perusahaan pasukan agresi, kapal-kapal mereka , dan lokasi minyak dan gas mereka akan menjadi sasaran. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: