Fokus

Raisi: Zionis Takkan Aman Meski jalin Normalisasi dengan Negara-negara Arab

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Iran Ebrahim Raeisi mengatakan bahwa normalisasi hubungan dengan sejumlah negara Arab regional tidak akan membawa keamanan bagi rezim Zionis Israel.

Raeisi membuat pernyataan tersebut dalam konferensi press bersama dengan Perdana Menteri Irak yang sedang berkunjung, Mustafa al-Kadhimi, di Teheran pada hari Minggu (26/06).

BACA JUGA:

“Dalam pertemuan ini, kami membahas perdagangan serta hubungan politik dan ekonomi [antara kedua negara], dan memutuskan untuk meningkatkan hubungan ekonomi. Kami membahas hubungan kereta api antara Shalamcheh [di Iran] dan [pelabuhan] Basra [Irak], yang dapat memainkan peran besar dalam memfasilitasi perdagangan antara kedua negara. Kami juga membahas fasilitasi hubungan moneter dan perbankan antara Iran dan Irak,” katanya sebagaimana dikutip Press TV.

Raisi: Zionis Takkan Aman Meski jalin Normalisasi dengan Negara-negara Arab

Pertemuan Raisi dan PM Irak

Merefleksikan upaya yang dilakukan oleh pejabat rezim Zionis selama beberapa tahun terakhir untuk menormalkan hubungan dengan beberapa negara Arab di kawasan, kepala eksekutif Iran tersebut mengatakan,“ Upaya yang dilakukan oleh rezim Zionis untuk menormalkan hubungan dengan negara-negara kawasan sama sekali tidak akan membawa keamanan untuk rezim ini.

“Kami dan Irak percaya bahwa perdamaian dan ketenangan di kawasan tergantung pada semua pejabat regional yang melakukan bagian mereka, dan normalisasi [hubungan] dengan rezim [Zionis] dan kehadiran asing di kawasan tidak akan menyelesaikan masalah rakyat di kawasan, ” kata Raeisi.

Menyoroti pentingnya hubungan antara Iran dan Irak serta peran yang dimainkan oleh kedua negara dalam perkembangan regional, Raeisi mengatakan, “Kami mendukung rakyat Irak ketika negara itu sedang mengalami kesulitan dan akan terus bersatu. Persahabatan dan hubungan ini tidak akan pernah menjadi dingin dan akan terus berkembang setiap hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa kunjungan Kadhimi dan delegasi pendampingnya dapat menjadi titik balik perkembangan hubungan kedua negara.

BACA JUGA:

Raisi mengatakan bahwa selama pertemuannya dengan Kadhimi mereka membahas hubungan yang ada di antara negara-negara kawasan, menambahkan, “Kami percaya bahwa dialog di antara negara-negara kawasan dapat menyelesaikan masalah regional, [tetapi] kehadiran asing di kawasan hanya menciptakan lebih banyak masalah dan tidak membantu memecahkan masalah-masalah itu.”

Pada tahun 2020, Uni Emirat Arab dan Bahrain dengan ditengahi Amerika Serikat, menandatangani perjanjian dengan Israel untuk menormalkan hubungan. Beberapa negara regional lainnya, yaitu Sudan dan Maroko, segera menyusul setelahnya.

Dipelopori oleh UEA, langkah tersebut telah memicu kecaman luas dari Palestina maupun negara-negara dan pembela hak asasi manusia di seluruh dunia, terutama di dunia Muslim.

Negara-negara regional lainnya juga telah menjalin persaudaraan dengan Israel, termasuk Arab Saudi, yang menerima kunjungan mantan perdana menteri rezim Benjamin Netanyahu pada November 2020.

Awal bulan ini, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengatakan pemerintah Arab yang memilih untuk menormalkan hubungan dengan Israel di luar kehendak rakyat mereka akan berakhir dieksploitasi oleh rezim pendudukan itu. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: