Fokus

Knesset Bubar, Israel Bakal Gelar Pemilu Ke-5 dalam 4 Tahun

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Anggota parlemen Israel bersiap untuk memberikan suara untuk pembubaran parlemen, yang dikenal sebagai Knesset. Pembubaran ini akan mendorong entitas pendudukan lebih dekat ke pemilihan kelima dalam waktu kurang dari empat tahun, dimana rezim tenggelam lebih jauh ke dalam ketidakpastian politik.

Anggota parlemen dengan suara bulat menyetujui rancangan undang-undang untuk membubarkan parlemen pada hari Selasa setelah perdana menteri Naftali Bennett mengumumkan pekan lalu bahwa koalisinya yang sudah berumur setahun telah sangat terpecah dan tidak lagi dapat dipertahankan. Serangkaian pembelotan merusak kemampuan kabinet untuk mengesahkan undang-undang dan memerintah secara efektif.

BACA JUGA:

RUU pembubaran Knesset ditetapkan untuk diselesaikan pada akhir Rabu, tetapi ditunda hingga Kamis hari ini, untuk meninjau beberapa amandemen.

Knesset Bubar, Israel Bakal Gelar Pemilu Ke-5 dalam 4 Tahun

Partai Knesset Israel

Setelah parlemen bubar, Bennett akan menyerahkan kekuasaan kepada menteri luar negeri Yair Lapid sebagai kepala pemerintahan sementara sesuai dengan kesepakatan pembagian kekuasaan yang mereka sepakati setelah pemilihan umum yang tidak meyakinkan tahun lalu.

Bennett mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan mendatang tetapi akan mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri alternatif setelah mitra koalisinya Lapid mengambil alih sampai pemilihan.

Lapid dan partainya Yesh Atid sangat ingin menyelesaikan proses secepat mungkin untuk menggagalkan kemungkinan bahwa pemimpin oposisi Benjamin Netanyahu dapat membentuk koalisi baru di Knesset saat ini.

BACA JUGA:

Meskipun diadili karena korupsi atas tuduhan yang ia bantah, Netanyahu dan sekutunya telah mengadakan pembicaraan untuk membentuk aliansi baru yang dipimpin Netanyahu di dalam parlemen saat ini, yang akan mencegah pemilihan baru.

Namun, pembubaran parlemen dalam waktu dekat menunjukkan bahwa upaya Netanyahu untuk membentuk pemerintahan koalisi baru telah terhenti.

Pemilihan potensial akan diadakan pada 25 Oktober atau 1 November, dengan tanggal yang akan ditentukan setelah negosiasi lebih lanjut. (ARN)

Sumber: PressTV

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: