Eropa

Turki Sita Kapal Kargo Rusia atas Permintaan Ukraina

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Turki telah menyita sebuah kapal kargo berbendera Rusia setelah Kiev mengklaim kapal itu terlibat dalam pengangkutan “ilegal” gandum Ukraina. Reuters melaporkan hal ini pada hari Minggu, mengutip Duta Besar Ukraina untuk Turki, Vasily Bodnar.

“Kami memiliki kerja sama penuh. Kapal saat ini berdiri di pintu masuk pelabuhan. (Kapal) telah ditahan oleh otoritas bea cukai Turki,” kata Vasily Bodnar kepada televisi nasional Ukraina. Menurut duta besar itu, penyelidik akan memutuskan nasib kapal pada hari Senin.

Langkah itu dilakukan dua hari setelah diplomat Ukraina meminta pihak berwenang Turki untuk menahan kapal Zhibek Zholy, dengan alasan kapal itu mengangkut hasil pertanian Ukraina yang “dicuri”.

“Kapal berangkat dari pelabuhan Laut Azov di Berdyansk, tidak jauh dari kota Mariupol yang dikendalikan oleh pasukan Rusia dan milisi Donbass. Kapal tiba di pelabuhan Karasu di Turki,” tulis Bodnar dalam serangkaian posting Twitter pada hari Jumat, meminta Turki untuk “mengambil tindakan yang relevan.”

BACA JUGA:

Reuters dengan mengutip seorang pejabat Ukraina mengklaim kapal itu memuat sekitar 4.500 ton biji-bijian di Berdyansk. Kantor berita itu juga mencatat bahwa Kantor Kejaksaan Agung Ukraina mengirim surat ke Kementerian Kehakiman Turki pada akhir Juni, mengklaim kapal itu terlibat dalam “ekspor ilegal gandum Ukraina.”

Menurut surat itu, kapal tersebut mengangkut 7.000 ton kargo.

Ukraina kemudian meminta Turki untuk “melakukan pemeriksaan kapal laut ini, menyita sampel biji-bijian untuk pemeriksaan forensik” untuk menentukan asalnya, dan menyatakan kesiapannya untuk meluncurkan penyelidikan bersama dengan pihak berwenang Turki.

BACA JUGA:

Perusahaan KTZ Express yang berbasis di Kazakhstan, yang memiliki Zhibek Zholy, mengatakan kepada Reuters bahwa kapal itu disewakan ke perusahaan Rusia bernama Green Line, yang tidak dikenakan sanksi apa pun.

Ukraina, produsen biji-bijian utama, tidak dapat mengekspor biji-bijiannya melalui laut karena konflik yang sedang berlangsung di negara itu, dengan perkiraan 22-25 juta ton biji-bijian saat ini tertahan di pelabuhan negara itu. Kiev sebelumnya menuduh Rusia “mencuri” gandumnya. Tuduhan ini dibantah Moskow.

Negara-negara Barat menyalahkan Rusia karena memblokir pelabuhan. Moskow telah berulang kali menyatakan akan menjamin perjalanan yang aman untuk pengiriman biji-bijian jika Kiev membersihkan pelabuhan tambangnya. Ukraina, sebaliknya, menuduh pasukan Rusia menambang pelabuhan Laut Hitam. Rusia menyarankan gara gandum diekspor melalui pelabuhan Berdyansk dan Mariupol yang dikuasai Rusia. (ARN)

Sumber: RT

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: