Headline News

Jasad Warga Palestina Digunakan untuk Eksperimen di Lab Israel

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan bahwa Israel terus menahan jasad warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan rezim untuk digunakan di laboratorium sekolah kedokteran mereka. Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi manusia.

“Otoritas pendudukan (Israel) menambah rasa sakit keluarga yang berduka karena kehilangan anak-anak mereka dengan menahan jasad anak-anak ini dan menggunakannya di laboratorium sekolah kedokteran di universitas-universitas Israel, dalam pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia, nilai-nilai, prinsip-prinsip. dan etika ilmiah,” kata Shtayyeh pada pertemuan kabinet mingguan di kota Ramallah, Tepi Barat, pada Senin (04/07).

Perdana Menteri Palestina itu lebih lanjut meminta universitas-universitas dunia untuk memboikot perguruan tinggi Israel yang terlibat dalam menahan jasad warga Palestina yang terbunuh oleh tembakan Israel, untuk menekan Tel Aviv agar menunjukkan rasa hormat kepada warga Palestina yang tewas dan untuk segera membebaskan puluhan jasad yang ditahan agar keluarga mereka dapat mengucapkan selamat tinggal kepada dengan cara yang layak, dan untuk menghormati perasaan mereka.

BACA JUGA:

Shtayyeh menekankan bahwa kekerasan Israel terhadap warga Palestina tidak akan berhenti. Ia menyatakan bahwa jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel di seluruh wilayah pendudukan sejak awal 2022, telah mencapai 78 orang, termasuk 15 anak-anak.

Korban terakhir adalah Kamel Abdallah Alwaneh, seorang pemuda Palestina berusia 19 tahun, yang meninggal karena luka serius pada hari Minggu, sehari setelah ia menjadi sasaran tembakan Israel selama pertempuran yang meletus di kota Jaba’a, dekat kota Jenin di utara Tepi Barat yang diduduki. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: