Arab Saudi

Saudi Larang Muslim Yaman Haji Tapi Terima Kunjungan Biden

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Pemimpin Revolusi Yaman Abdul-Malik al-Houthi menyatakan bahwa kebijakan Arab Saudi dalam “menghalangi umat Islam untuk melakukan ibadah sebagai sebuah penghinaan” di saat bersamaan kerajaan menerima kunjungan Presiden AS Joe Biden.

Al-Houthi dalam pidatonya pada kesempatan Idul Adha, pada hari Jumat, sebagaiman yang disiarkan oleh Al-Masirah TV, menegaskan bahwa “Haji datang sebagai salah satu rukun Islam, dan Arab Saudi mempraktikkan kebijakan yang menghambat kaum muslimin dari menunaikannya.”

BACA JUGA:

“Rezim Saudi memeras jamaah Haji seluruh dunia dengan biaya keuangan yang memberatkan sampai haji menjadi proses yang kompleks, dan menjadikan haji sebuah proses yang dikelilingi oleh banyak kendala, terutama jumlah yang sangat terbatas, khususnya kuota untuk muslim Yaman”.

Saudi Larang Muslim Yaman Haji Tapi Terima Kunjungan Biden

Ibadah Haji 2022

“Biaya keuangan haji yang sangat tinggi tidak dapat dibenarkan, dan itu adalah pemerasan yang tidak adil terhadap para peziarah, berbeda dengan pariwisata non-religius di Kerajaan. Arab Saudi menerima delegasi Yahudi dan Zionis dengan sambutan, hormat dan fasilitasi mewah, tidak seperti delegasi Muslim,” tegasnya.

Al-Houthi mengkritik Arab Saudi karena mengatur untuk kedatangan dan penyambutan Presiden AS Joe Biden selama hari-hari haji, dengan mengatakan, “Arab Saudi mencegah jutaan kaum Muslimin dari haji karena posisi politik House of Saud terhadap mereka atau posisi Amerika dan Israel”. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: