arrahmahnews

Pembunuhan Abe, Kepala Kepolisian Nara Akui Bersalah atas Kelemahan Keamanan

Jepang, ARRAHMAHNEWS.COM – Kepala polisi prefektur Nara Jepang, tempat dimana mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dibunuh, mengatakan bahwa ia bertanggung jawab atas kelemahan keamanan yang “tidak dapat disangkal” yang membuka jalan bagi pembunuhan mantan PM tersebut.

Abe, perdana menteri terlama di Jepang, dinyatakan meninggal pada hari Jumat lebih dari lima jam setelah ia dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan darurat menyusul penembakan fatal yang terjadi pada sebuah kampanye politik di Nara, dekat Osaka, menjelang pemilihan umum majelis tinggi negara itu.

Ia menyampaikan pidato kampanye di depan kerumunan kecil pada saat penembakan terjadi. Terduga pembunuhnya, yang diidentifikasi sebagai Tetsuya Yamagami yang berusia 41 tahun, menembak politisi berusia 67 tahun itu dari belakang, dari jarak dekat menggunakan senjata api rakitan.

BACA JUGA:

Yamagami, mantan anggota angkatan laut Jepang, manjdi tersangka pembunuhan pertama terhadap seorang pejabat atau mantan perdana menteri Jepang sejak masa militerisme sebelum perang pada tahun 1936.

Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut.

Pada hari Sabtu, Tomoaki Onizuka, kepala polisi prefektur Nara, mengakui bahwa ada kelemahan keamanan yang “tidak dapat disangkal” pada saat kampanye dan bahwa ia “bertanggung jawab” atas kegagalan keamanan yang memungkinkan pembunuhan itu terjadi. Ia mengatakan keamanan Abe mengikuti rencananya sendiri yang disetujui.

“Sebagai kepala polisi daerah yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan wilayah, saya mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan membangun struktur untuk keamanan dan penjagaan. Saya percaya tidak dapat disangkal bahwa ada masalah dengan langkah-langkah penjagaan dan keamanan untuk mantan Perdana Menteri Abe, ”katanya kepada wartawan pada konferensi pers.

“Setelah laporan pertama tentang insiden itu datang pada pukul 11:30, dan situasinya terungkap, itu adalah puncak rasa bersalah dan penyesalan yang saya rasakan selama 27 tahun saya dalam penegakan hukum. Saya merasakan beban tanggung jawab saya,” kata Onizuka.

Polisi mengatakan Yamagami menanggapi pertanyaan dengan tenang dan mengaku menyerang mantan perdana menteri. Ia mengatakan kepada penyelidik bahwa dirinya telah merencanakan untuk membunuh Abe karena percaya desas-desus tentang dugaan hubungan Abe dengan organisasi tertentu yang tidak disebutkan namanya. (ARN)

Sumber: Press TV

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: