Amerika

NYT: Pejabat Intelijen AS Dukung Pembelian Perusahaan NSO Group dari Israel

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Pejabat intelijen AS diam-diam mendukung potensi penjualan perusahaan Israel NSO Group yang bermasalah kepada kontraktor pertahanan AS L3Harris. New York Times melaporkan hal ini pada hari Minggu (10/07).

NYT mengatakan bahwa negosiasi untuk kesepakatan itu, yang dibocorkan oleh media AS dan Israel pada Juni, berantakan menyusul laporan tersebut.

BACA JUGA:

Item utama dalam agenda selama negosiasi adalah penjualan kode inti NSO ke L3Harris. Pejabat intelijen mendukung kesepakatan itu karena minat yang kuat yang dimiliki oleh badan intelijen dan keamanan di seluruh dunia pada perangkat lunak NSO.

NYT: Pejabat Intelijen AS Dukung Pembelian Perusahaan NSO Group dari Israel

NSO

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden dilaporkan marah dengan laporan kepentingan kontraktor pertahanan Amerika di NSO Group, yang dimasukkan dalam daftar hitam oleh Departemen Perdagangan AS pada November tahun lalu.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa “transaksi semacam itu, jika terjadi, menimbulkan kontra-intelijen dan masalah keamanan yang serius bagi pemerintah AS.”

Menurut laporan Guardian, baik pemerintah Israel maupun Amerika tidak menyetujui perjanjian yang dilaporkan antara NSO dan L3Harris. Sekarang, NYT mengungkap bahwa beberapa pejabat AS ternyata memang mendukung kesepakatan itu, meski hanya dari belakang.

BACA JUGA:

Walla melaporkan pada bulan Juni dengan mengutip dua pejabat senior Israel dan seorang pejabat senior Amerika, bahwa Israel telah meminta pemerintah AS beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir untuk menghapus perusahaan siber itu dari daftar hitamnya.

Para pejabat itu mengatakan pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan permintaan Israel. Namun, pejabat senior pemerintah lainnya membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa ketika Israel mengajukan permintaan tersebut, sudah jelas bahwa Gedung Putih tidak akan campur tangan. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: