Amerika

Batalkan Pembelian, Twitter Gugat Elon Musk ke Pengadilan

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM – Twitter menggugat miliarder Elon Musk ke pengadilan untuk mencoba memaksanya membeli perusahaan media sosial itu. Perusahaan media sosial tersebut kini mempersiapkan pertempuran hukum dengan orang terkaya di dunia itu.

Tuntutan Twitter diajukan ke pengadilan setelah Musk mengumumkan bahwa ia akan membatalkan perjanjian akusisi Twitter senilai 44 miliar dolar pada hari Jumat. Musk mengklaim bahwa Twitter belum memberikan informasi mengenai jumlah akun palsu dan spam di platform tersebut.

Menurut BBC, kini Twitter telah meminta pengadilan Delaware untuk memerintahkan Musk guna menyelesaikan merger dengan kesepakatan dengan 54,20 dolar per saham Twitter.

BACA JUGA:

“Setelah memasang tontonan publik untuk mempermainkan Twitter, dan setelah mengusulkan dan kemudian menandatangani perjanjian merger yang seller-friendly, Musk tampaknya percaya bahwa ia, tidak seperti setiap pihak lain yang tunduk pada hukum kontrak Delaware, bebas untuk berubah pikiran, menghancurkan perusahaan, mengganggu operasinya, menghancurkan nilai pemegang saham, dan pergi,” bunyi gugatan itu.

Gugatan itu kemudian menuduh Musk melakukan sejumlah besar pelanggaran perjanjian merger yang “telah mengacaukan Twitter dan bisnisnya”.

Akibat pembatalan rencana pembelian tersebut pada Jumat waktu setempat, saham Twitter turun 5%. Sementara saham Tesla milik Elon Musk menguat 2,5%. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: