Analisa

Ancaman Sekjen Hizbullah, Terulangnya Sejarah Kekalahan Israel

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Ancaman perang Sekjen Hizbullah Sayed Hassan Nasrallah dalam pidato terbarunya dikatakan sebagai hantaman serangan media dan psikologis serupa dengan yang pidato yang menandai titik balik kekalahan Israel dalam perang 33 hari di 2006. Media Lebanon Al-Manar mengulas hal ini dalam laporan pada Jum’at (15/07).

Dalam pidato itu Sayed Nasrallah menetapkan persamaan baru terkait sengketa ladang minyak Karish antara Lebanon dengan Israel, mengancam untuk meningkatkan penggunaan kekuatan militer guna menghadapi pelanggaran Zionis atas hak-hak Lebanon.

Ancaman Sekjen Hizbullah, Sejarah Kekalahan Israel Akan Terulang

Sekjen Hizbullah, Hassan Nasrallah

BACA JUGA:

Dalam ulasannya Al-Manar menyebut bahwa pada hari ketiga Perang 2006 (14 Juli), angkatan laut Hizbullah menembakkan rudal anti-kapal ke kapal perang Israel di lepas Pantai Beirut.

Serangan yang menimbulkan kerugian besar pada kapal perang Saar V itu menjadi titik balik dalam jalannya perang melawan Israel di Lebanon kala itu.

Pukulan strategis terhadap angkatan laut Zionis mengejutkan Komando di Tel Aviv dan menjadi awal musuh menghadapi kekalahan besar.

Serangan militer itu disertai dengan hantaman serangan media dan psikologis yang dilakukan oleh pemimpin Perlawanan Sayyid Hasan Nasrallah yang mengumumkan melalui TV Al-Manar tentang pencapaian tersebut dan memperingatkan bahwa rudal Hizbullah akan menyerang kota Haifa di wilayah pendudukan dan yang jauh di luarnya.

Hal serupa kini terulang kembali terkait eskalasi yang terjadi dalam pertempuran laut terbaru antara Lebanon dan entitas Zionis. Hizbullah dan komandonya memutuskan untuk meningkatkan penggunaan kekuatan militer guna menghadapi pelanggaran Zionis atas hak-hak Lebanon.

BACA JUGA:

Dalam pidatonya pada hari Rabu (14/07), Sayyid Nasrallah memperingatkan musuh Israel dan Amerika Serikat bahwa jika Lebanon dicegah untuk mengekstraksi sumber daya maritimnya, maka tidak akan ada yang bisa mengekstraksi atau menjual gas dan minyak.

Sayyid Nasrallah dalam pidatonya mengindikasikan bahwa pasukan militer Hizbullah sedang memantau semua platform Zionis di seluruh pantai Palestina yang diduduki, menambahkan bahwa Perlawanan dapat menggunakan kemampuan darat, laut atau udara untuk menyerang musuh dan mengamankan hak-hak Lebanon.

Menurut Sayyid Nasrallah, persamaan baru adalah Karish, apa yang ada di luar Karish dan apa yang jauh di luar Karish.

Al-Manar menyebut bahwa kekuatan militer Hizbullah telah menulis kisah panjang kebanggaan Lebanon atas kemenangan yang melindungi bangsa-bangsa dan mengamankan kemakmurannya yang merata. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: