Arab Saudi

Debat Panas Joe Biden dan Putra Mahkota Saudi

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Debat panas Joe Biden dan Putra Mahkota Saudi. Pembicaraan yang diadakan di Istana Al-Salam di Jeddah antara Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden AS Joe Biden meninjau sejumlah masalah yang menjadi perhatian bersama.

Surat kabar Sabq mengutip sumber yang menghadiri pembicaraan antara pihak Saudi dan Amerika, melaporkan bahwa Presiden Biden dengan cepat membahas masalah Jamal Khashoggi, yang dijawab oleh Mohammed bin Salman “Apa yang terjadi sangat disayangkan, dan kami di Kerajaan telah mengambil semua tindakan hukum, mulai dari penyelidikan dan pengadilan hingga keputusan dikeluarkan.. Kerajaan juga telah menerapkan prosedur untuk mencegah kesalahan seperti itu terulang kembali di masa depan”.

Debat Panas Joe Biden dan Putra Mahkota Saudi

Presiden AS Joe Biden dan Putra Mahkota Arab Saudi MbS

BACA JUGA:

MbS kemudian menyatakan bahwa Amerika Serikat juga melakukan sejumlah kesalahan, seperti insiden penjara Abu Ghraib di Irak dan kesalahan lainnya, tetapi yang diperlukan adalah negara-negara ini menangani kesalahan ini dan mengambil tindakan untuk mencegahnya terulang kembali.

Merujuk pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh, Putra Mahkota mempertanyakan langkah-langkah yang diambil oleh Amerika Serikat dan negara-negara di dunia dalam hal ini.

BACA JUGA:

Mengenai nilai-nilai bersama yang disinggung oleh Joe Biden, putra mahkota menanggapinya “Semua negara di dunia, terutama AS dan Kerajaan, memiliki banyak nilai yang mereka setujui dan sejumlah nilai dimana kita berbeda. Tetapi upaya untuk memaksakan nilai-nilai dengan kekerasan sangat kontraproduktif, seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan, di mana Amerika Serikat tidak berhasil”.

Bin Salman lebih lanjut mengatakan “Oleh karena itu, penting untuk diketahui bahwa setiap negara memiliki nilai berbeda yang harus dihormati. Jika kita berasumsi bahwa AS hanya akan berurusan dengan negara-negara yang berbagi nilai dan prinsip 100%, maka ASt tidak akan memiliki negara yang berurusan dengan itu kecuali NATO. Jadi kita harus hidup berdampingan di antara kita meskipun ada perbedaan.” (ARN)

Sumber: RT Arabic

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: