Amerika

Abdulmalik Houthi: Kunjungan Biden Wujud Kesetiaannya pada Zionis

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman Sayyid Abdul Malik Badreddine al-Houthi mengecam upaya Washington untuk menormalkan hubungan antara entitas Israel dan negara-negara Arab. Ia mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden menunjukkan kesetiaannya kepada Zionis selama kunjungan baru-baru ini ke wilayah Palestina yang diduduki. .

Sayyid al-Houthi membuat pernyataan tersebut dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Minggu. Pemimpin perlawanan Yaman itu mengatakan bahwa Biden melakukan tur Timur Tengah dengan harapan diperlakukan oleh semua orang sebagai orang yang memimpin umat manusia di seluruh dunia.

“Namun, dia secara terbuka menyatakan afiliasinya dengan Zionisme,” katanya, menambahkan, “AS adalah pengikut Zionisme dan mencerminkan orientasi dan posisinya.”

Pemimpin Ansarullah tersebut juga mengatakan “rezim tentara bayaran” di kawasan telah menyesatkan umat Islam tentang masalah membedakan teman dari musuh, menambahkan, “Rezim ini memperkenalkan Zionis sebagai mereka yang kepemimpinan dan kekuasaannya harus diterima oleh umat Islam.”

BACA JUGA:

Sayyid al-Houthi lebih lanjut memperingatkan plot oleh elemen munafik untuk menampilkan musuh Israel sebagai musuh utama umat Islam, dengan mengatakan, “Ini adalah penyimpangan yang sangat berbahaya.”

Ia juga mengatakan kelompok teroris Takfiri di kawasan berjalan ke arah yang sama yang melayani Zionis.

Di tempat lain dalam sambutannya, Al-Houthi menyerukan untuk mengakhiri dominasi arogansi global dan pengaruh mereka terhadap negara-negara Muslim. Ia menekankan pentingnya pemerintahan yang benar.

Biden mendarat di kawasan yang diduduki Israel pada hari Rabu untuk perjalanan pertamanya sebagai presiden AS kesana, dan disambut oleh Perdana Menteri sementara rezim Zionis Yair Lapid, mantan perdana menteri Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu, serta presiden ‘Israel’ Isaac Herzog .

Biden menghabiskan dua hari di al-Quds yang diduduki untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Zionis sebelum menuju ke Tepi Barat, di mana ia bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas pada hari Jumat.

Setelah itu, ia melakukan penerbangan langsung dari wilayah pendudukan ke kota pelabuhan Arab Saudi Jeddah di Laut Merah untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Saudi dan untuk mengambil bagian dalam pertemuan puncak Dewan Kerjasama Teluk. (ARN)

Sumber: Al-Ahed

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: