arrahmahnews

Berikut Para Jenderal Rusia yang Terjun dalam Operasi di Ukraina

Moskow, ARRAHMAHNEWS.COM – Pada tahap awal operasi khusus Rusia di Ukraina, nama-nama perwira senior yang memimpin pasukan Rusia dirahasiakan, tetapi dalam beberapa pekan terakhir gambaran itu mulai terungkap.

Baca:

Nama-nama Jenderal Angkatan Darat seperti Sergey Sorovikin, komandan kelompok pasukan “Selatan”, dan Letnan Jenderal Alexander Lapin, komandan kelompok “Pusat”, muncul untuk pertama kalinya oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov pada 24 Juni, ketika ia berbicara dalam laporan harian tentang keberhasilan yang dicapai Kedua kelompok dalam pertempuran Lysekhansk di Republik Lugansk.

Konashenkov untuk pertama kalinya menyebut nama komandan kelompok “Timur”, Letnan Jenderal Rustam Muradov, dalam konteks berbicara tentang inspeksi Menteri Pertahanan Sergei Shoigu terhadap wilayah tanggung jawab kelompok di Donbass.

Patut dicatat bahwa Surovikin, 55, Labin, 58, dan Muradov, 49, dipersatukan oleh partisipasi mereka dalam operasi militer Rusia di Suriah.

Dari Maret hingga Oktober 2017, Sorovikin adalah komandan kelompok pasukan Rusia di Suriah, sementara Lapin menjabat sebagai kepala stafnya, sebelum mengambil alih komando antara Oktober 2018 dan Januari 2019.

Adapun Muradov, dia adalah penasihat militer di Suriah pada 2017, dan mengawasi operasi di Deir Ezzor.

Pada akhir 2017, presiden Rusia memberi Sorovikin dan Muradov gelar dan bintang “Pahlawan Rusia”.

Sorovikin bertugas pada akhir 1990-an di Tajikistan, di mana ia menjadi komandan divisi 201 (pangkalan militer) Rusia di sana, sebelum pindah untuk memimpin sebuah divisi di Chechnya antara 2004 dan 2005.

Pada 2013, ia diangkat menjadi Komandan Distrik Militer Timur Pasukan Rusia, dan pada Oktober 2017 menjadi Komandan Pasukan Dirgantara Rusia.

Lapin yang menerima pangkat Letnan Jenderal pada 2014, diangkat menjadi Komandan Distrik Militer Pusat pada November 2017.

Setelah kembali dari Suriah, Muradov menjabat sebagai Wakil Komandan Distrik Militer Selatan sejak akhir 2018, dan antara November 2020 dan September 2021 ia memimpin pasukan penjaga perdamaian Rusia di wilayah Karabakh. (ARN)

Sumber: RT Arabic

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: