Asia

Dua Pimpinan Demo Sri Lanka Ditangkap, UU Darurat Diperpanjang

Sri Lanka, ARRAHMAHNEWS.COM Dua aktivis yang membantu memimpin demonstrasi massa yang menggulingkan presiden Sri Lanka telah ditangkap. Polisi mengumumkan hal ini ditengah perpanjangan undang-undang darurat ketat yang diberlakukan untuk memulihkan ketertiban.

Penjabat presiden Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, mengumumkan keadaan darurat pada 17 Juli. Pemerintahannya berusaha memadamkan kerusuhan sosial dan menangani krisis ekonomi yang melanda negara itu.

BACA JUGA:

Parlemen Sri Lanka pada hari Rabu menyetujui UU darurat, yang memungkinkan militer memiliki kekuasaan untuk menahan orang, membatasi pertemuan publik, dan menggeledah properti pribadi. Keputusan ini harus diperbarui peretujuannya setiap bulan.

Dua Pimpinan Demo Sri Lanka Ditangkap, UU Darurat Diperpanjang

Demo Srilanka

Polisi mengatakan dalam pernyataan terpisah pada hari Rabu bahwa mereka telah menangkap dua aktivis, bernama Kusal Sandaruwan dan Weranga Pushpika, atas tuduhan pertemuan yang melanggar hukum. Penangkapan itu terjadi sehari setelah pemimpin mahasiswa Dhaniz Ali ditahan dan ditarik keluar dari pesawat ketika mencoba berangkat ke Dubai di bandara utama negara itu.

Ali dituduh memasuki stasiun televisi negara selama demonstrasi besar-besaran pada 9 Juli, memerintahkan karyawan untuk menyiarkan program yang mendukung protes dan menyebabkan gangguan singkat dalam transmisi.

Polisi mengatakan ada surat perintah penangkapannya sehubungan dengan kasus pengadilan tinggi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Polisi juga telah merilis foto-foto 14 tersangka yang dicari sehubungan dengan serangan pembakaran di rumah Wickremesinghe pada hari yang sama disaat kantor dan kediaman presiden diduduki. (ARN)

Sumber: Al-AhedNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: