Amerika

AS dan PBB Tolak Tuduh Rusia Serang Pusat Tahanan di Donbass

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM AS pada hari Jumat menolak untuk berspekulasi tentang serangan mengerikan di pusat tahanan yang berisi tawanan perang Ukraina dari Batalion Azov di Elenovka. Washington mengatakan tidak memiliki cukup informasi untuk melakukannya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya tentang insiden itu, tetapi kantornya mengatakan bahwa mereka tidak memiliki laporan langsung untuk berkomentar lebih lanjut.

BACA JUGA:

Lusinan pejuang “Azov” yang bertempat di kompleks itu tewas dalam apa yang dikatakan Rusia sebagai serangan roket HIMARS pasokan AS untuk Ukraina.

AS dan PBB Tolak Tuduh Rusia Serang Pusat Tahanan di Donbass

Penjara Donbass

“Kami hanya tidak memiliki cukup informasi untuk berbicara secara cerdas tentang laporan awal ini,” ujar John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, kepada wartawan.

Menurut seorang pejabat senior Pentagon yang tidak disebutkan namanya, Amerika “tidak memiliki informasi pasti” tentang apa yang terjadi dan apakah fasilitas itu diserang oleh Ukraina atau Rusia.

Fasilitas di Elenovka, selatan Donetsk, menampung ratusan tahanan Ukraina, terutama anggota milisi neo-Nazi “Azov” yang ditangkap di Mariupol pada bulan Mei. Serangan itu terjadi sekitar pukul 02.00 pada hari Jumat, saat para tahanan sedang tidur. Hingga Jumat sore, otoritas Republik Rakyat Donetsk mengatakan 53 orang tewas dan 75 terluka.

Pemerintah di Kiev menuduh Rusia melakukan serangan di wilayah sekutu Donbass-nya. Otoritas DPR, bagaimanapun, menunjukkan potongan-potongan dari apa yang mereka katakan sebagai roket yang digunakan. Itu adalah rudal HIMARS, artileri roket yang dipasok ke militer Ukraina oleh AS.

“Pihak berwenang Ukraina juga tahu persis di mana para tahanan “Azov” ditahan, kata juru bicara milisi DPR Eduard Basurin kepada wartawan,” menuding Kievlah yang memerintahkan serangan itu. Ia mengatakan serangan itu dimaksudkan untuk membunuh para pejuang “Azov” yang mulai bersaksi tentang kejahatan perang dan kekejaman lain yang melibatkan pasukan Ukraina. (ARN)

Sumber: RT

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: