Fokus

Dalam 3 Hari, Pendukung Moqtada Sadr Duduki Parlemen Irak Ke-2 Kali

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM Pendukung Moqtada Sadr telah melanggar Zona Hijau Baghdad yang dijaga ketat dan menduduki parlemen untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir.

Sambil mengacungkan gambar Sadr, mereka menduduki ruang legislatif untuk memprotes pemilihan calon perdana menteri secara konsensus setelah berbulan-bulan ketidakpastian.

BACA JUGA:

Mereka awalnya berkumpul di ujung jembatan menuju Zona Hijau sebelum meruntuhkan penghalang beton yang melindunginya dan berlari ke dalam.

Dalam 3 Hari, Pendukung Moqtada Sadr Duduki Parlemen Irak Ke-2 Kali

Pendukung Moqtada Sadr duduki parlemen Irak

Pasukan keamanan telah menembakkan gas air mata di dekat pintu masuk ke distrik tempat kedutaan besar asing dan gedung pemerintah lainnya serta parlemen berada itu.

Kantor berita milik negara INA mengatakan bahwa Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi telah meminta para pengunjuk rasa untuk mematuhi demonstrasi damai, bukan untuk meningkatkan ketegangan, dan untuk mematuhi perintah pasukan keamanan.

“Melanjutkan eskalasi politik meningkatkan ketegangan dan tidak melayani kepentingan publik,” INA mengutip pernyataan kantor media al-Kadhimi. “Pasukan keamanan memiliki tugas untuk melindungi lembaga resmi dan perlu mengambil semua tindakan hukum untuk menjaga ketertiban.”

BACA JUGA:

Pendukung Sadr, menentang pencalonan Mohammed al-Sudani sebagai perdana menteri yang baru-baru ini diumumkan, menduduki gedung parlemen pada hari Rabu dan meninggalkan daerah itu dua jam kemudian atas perintah para ulama.

Analis mengatakan bahwa melalui protes, Sadr ingin menunjukkan bahwa ia masih relevan secara politik. Namun, analis telah memperingatkan strategi tersebut adalah permainan yang sangat berbahaya yang dapat menjerumuskan negara ke dalam perselisihan sipil.

Setelah blok Sadr keluar dari pembicaraan pembentukan pemerintah, al-Sudani dipilih melalui konsensus untuk menghadapi parlemen guna pemungutan suara.

Namun, partai harus terlebih dahulu memilih presiden. Sadr mengundurkan diri dari aktivitas politik setelah ia tidak mampu membujuk cukup banyak legislator untuk memilihnya sebagai presiden Irak berikutnya. (ARN)

Sumber: PressTV

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: